PENELITIAN TINDAKAN KELAS: BUKTI KEBERHASILAN GURU

Penulis: Neneng Hendriyani, M.Pd.

Dibaca: 1223 kali

Neneng Hendriyani, M.Pd.

Oleh Neneng Hendriyani, M.Pd.

(Guru Bahasa Inggris di SMAN 4 Cibinong)

 

Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dilakukan oleh orang-orang yang memenuhi kriteria sebagai seorang pendidik. Dia adalah orang yang jujur, amanah, bertanggung jawab, peduli, dan memiliki kemampuan untuk mendidik. Dalam dunia pendidikan kemampuan mendidik ini dikenal sebagai kemampuan atau kompetensi paedagogik.

Umumnya kompetensi paedagogik diperoleh di bangku kuliah. Sayangnya, materi yang dipelajari saat masih duduk sebagai mahasiswa keguruan dan ilmu pendidikan sudah banyak berkembang dewasa ini. Ini yang membuat banyak sekali pendidik atau tenaga pendidik merasa kesulitan dalam mengimplementasikan kemampuannya di lapangan.

Kemampuan paedagogik terdiri atas kemampuan mengenali karakteristik peserta didik yang diajarnya.

Guru yang baik diharapkan tidak hanya mampu mengenali identitas peserta didik saja tetapi juga mampu membaca dan mengenali gaya belajar, kekurangan, kelemahan, dan kelebihan yang dimiliki peserta didiknya di kelas. Dia harus piawai mengelompokkan mereka ke dalam beberapa kelompok belajar sesuai dengan gaya belajar yang paling dominan yang dimiliki masing-masing peserta didik. Seperti, visual (spatial), auditori (aural), kinestetik (physical), verbal (linguistic), logical (mathematical), interpersonal (sosial), dan intrapersonal (solitary). Dengan mengetahui seluruh hal ini maka guru dapat membantu mereka dalam menentukan bagaimana mereka mempelajari materi yang diberikan dengan cara yang tepat. Sehingga mereka terhindar dari kesulitan. Selain itu, guru pun harus mampu membaca potensi peserta didik. Dengan begitu peserta didik dapat lebih fokus mengembangkan potensi yang dimilikinya masing-masing.

Di samping itu guru juga perlu mengetahui sekaligus menguasai teori dan prinsip pembelajaran yang dapat membantunya menjalankan tugas kesehariannya. Guru pun dituntut piawai dalam bidang pengembangan kurikulum. Minimal, guru dapat menyusun silabus dan rencana pembelajaran yang akan digunakannya dalam kegiatan pembelajaran selama satu tahun pembelajaran sendiri. Tidak salin - tempel administrasi pembelajaran yang dibuat guru lain.

Cara berkomunikasi guru pun berpengaruh besar dalam keberhasilan pendidikan peserta didik. Guru yang baik, santun, lembut umumnya sangat disukai peserta didik. Begitu pun sebaliknya. Sehingga muncullah julukan guru favorit dan guru killer akibat dari kemampuan komunikasi yang disandangnya.

Kemampuan paedagogik di atas tidak bisa serta merta menjamin keberhasilan peserta didik begitu saja. Masih ada satu kemampuan yang harus dikuasi guru untuk mencapai keberhasilan tersebut. Yaitu kemampuan dalam bidang penilaian dan evaluasi belajar. Bagaimana guru menyusun bentuk soal, indikator soal, analisis soal dan lain sebagainya juga menentukan sejauh mana keberhasilan peserta didik dalam menyerap pengetahuan dan keterampilan yang diajarkannya dalam suatu waktu.

Sementara itu keberhasilan tenaga pendidik dalam mendidik tidak hanya dilihat dari kemampuan paedagogiknya saja. Ada tiga kemampuan lainnya yang dilihat; kemampuan sosial, kemampuan kepribadian, dan kemampuan profesional. Dalam kemampuan sosial guru harus mampu menguasai keterampilan berkomunikasi, menempatkan diri, bersikap dan berinteraksi dengan sesama teman sejawat, atasan, tenaga kependidikan, orang tua peserta didik, peserta didik, dan masyarakat. Luwes, menarik, simpatik dan penuh perhatian adalah ciri guru yang memiliki kemampuan tersebut.

Apabila semua kemampuan (kompetensi) di atas sudah dimiliki guru dalam menjalankan tugas dan fungsinya maka guru tersebut sudah benar-benar menjadi guru. Begitulah anggapan dan pendapat para ahli pendidikan.

Saat guru menemukan bahwa pengajarannya tidak berhasil pada sebuah kompetensi dasar dia langsung sadar dan mengintropeksi dirinya sendiri. Ini adalah langkah awal yang dilakukannya sebagai makhluk Tuhan yang percaya dan yakin bahwa tidak ada manusia yang sempurna termasuk guru. Dia mencoba mencari alasan ketidakberhasilan itu dari dalam dirinya sendiri. Pertanyaan seputar kemampuan manajerial dan paedagogik yang dimilikinya apakah sudah dikerahkannya dengan maksimal adalah pertanyaan yang paling dasar yang harus dijawabnya dengan jujur.

Saat dia menemukan bahwa faktor dari dalam dirinya tidak menyumbangkan ketidakberhasilan dalam pengajaran dan pembelajaran peserta didik maka dia mencari dari faktor luar dirinya. Yaitu, metode, teknik, strategi, motivasi peserta didik, suasana kelas dan lain sebagainya.

Dia mencoba menganalisis semua faktor tersebut dengan cermat dan hati-hati. Hingga sampailah pada sebuah hipotesis bahwa ketidakberhasilan itu disebabkan oleh faktor A dan bisa diatasi oleh faktor B.

Di bagian ini guru melangkah jauh untuk memperbaiki kualitas pembelajaran yang dilakukannya dengan melakukan penelitian tindakan kelas. Selain sebagai salah satu unsur pengembangan kegiatan berkelanjutan yang perlu dilakukan guru, penelitian tindakan kelas ini adalah upaya nyata guru dalam mencari obat bagi masalah pengajaran yang ditemuinya.

Keberhasilannya dalam mencari penyakit, menemukan obat, dan menggunakan obat tersebut dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelasnya adalah bukti keberhasilannya menjadi seorang guru yang baik. Yaitu guru yang benar-benar peduli kepada masa depan peserta didiknya. Sehingga dia selalu memikirkan kebaikan bagi peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya.

Mengingat pentingnya fungsi penelitian tindakan kelas dalam keberhasilan pendidikan maka sudah sewajarnya bila guru berlomba-lomba melakukan penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian tindakan kelas ini dapat diseminarkan baik offline maupun online agar diketahui oleh guru lainnya dan memberikan manfaat yang luas bagi semua unsur (stakeholder) pendidikan.


BIOGRAFI PENULIS 

Neneng Hendriyani, M.Pd, guru Bahasa Inggris di SMA N 4 Cibinong dan penulis 13 judul buku ber-ISBN; Di Sepanjang Rel Kereta (2021), Kumpulan Soal Ulangan Harian, UTS, UAS Bahasa Inggris Untuk Kelas XI SMA/SMK (2020), SMAFOUR in students English writing (Mendongkrak Motivasi Dan Kemampuan Siswa Menulis Berbagai Teks Bahasa Inggris) (2020), Albatros (2019), Enrichment Book for XI SMK Based on Curriculum 2013 revision (2018), Antologi Bunga Rampai Goresan Pena Guru Jawa Barat (2018), Let's Learn English Together (2018), Perlukah Kita Jujur? (2018), Setangkup Rindu dari Masa Lalu (2017), Janji Firly (2017), Tips Mudah Menulis Proposal dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (2017), Bogor: Peninggalan Sejarah dari Masa Ke Masa (2017), Alih Kode dan Campur Kode: Strategi Siswa Dalam Berbicara Bahasa Inggris (2017) ini juga menulis esai, artikel dan resensi yang terbit di media massa (koran) lokal Pikiran Rakyat, Bali dan jurnal PGRI Pusat dan Balai Bahasa Banten (Kandaga) dan portal resmi pendidikan Jawa Barat yaitu disdik.com. Juga menjadi pembimbing siswa dalam menulis buku. Sudah ada 13 judul buku yang dihasilkan oleh siswa binaannya. 2 buku saat masih aktif mengajar di SMK Negeri 1 Cibinong, 11 buku ditulis oleh siswa SMA Negeri 4 Cibinong.

Selain itu juga aktif mengikuti lomba penulisan puisi dengan tema yang ditentukan panitia penyelenggara untuk tingkat nasional dan internasional. Karya yang berhasil lolos seleksi panitia tingkat nasional dan internasional Senyuman Lembah Ijen (Antologi puisi Nusantara ditulis bersama penyair Asia Tenggara) 2018, antologi 50 Opini Puisi Esai Indonesia, 2018, antologi Puisi Banjarbaru's Rainy Day Literary Festival, 2018, antologi Puisi penyair Asean 2018 (Kinanti di Kampar Kiri), Antologi Puisi penyair Asean 2019 (Membaca Asap), Antologi Puisi Melawan Covid-19 Tahun 2020.

Karya Nulis Bareng yang tercatat pernah dihasilkan adalah Jangan Berhenti Mengajar (2017), Menghidupkan Ruh Dewi Sartika-Seri Puisi (2017), Menghidupkan Ruh Dewi Sartika-Seri Esai (2017), Antologi Fikmin Pelita di Mata Pelangi (2019), 1001 Membuat Guru-Siswa Suka Baca Buku (Buku 2) (2019), Untuk Anakku 2 (2019), Bertualang ke Negeri Satwa (Kumpulan Dongeng Fabel) (2020), 52 Kisah Dongeng Fabel Menginspirasi Buah Hati (2020), Tokoh Pendidikan Dunia Jilid 1 (2020).


Tag:
Nalar Lainnya
...
Dadan Supardan

Cerutu

Nalar Lainnya
...
ENDANG KOMARA

INDEPENDENSI ASN

...
Asep S. Muhtadi

Komunikasi Pembelajaran di Masa Pandemi

...
Prof. Dr Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., S.H.,M.H.,M.Si.

EKSISTING DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI JAWA BARAT

...
...
...