Penulis: Suparto, S.Pd., M.M.

Suparto, S.Pd., M.M.
Oleh Suparto, S.Pd., M.M.
(Guru Geografi SMA Negeri 1 Way Lima Kabupaten Pesawaran Lampung)
Lingkungan sekolah adalah tempat berinteraksi antara guru dan murid dan
interaksi dengan lingkungan lainnya yang memberikan pelajaran dan pengetahuan
untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh para siswa. Sumber belajar dan
media pembelajaran yang biasanya dimanfaatkan dalam pembelajaran geografi
antara lain seperti: peta, atlas, globe, buku pelajaran geografi, perpustakaan
dan kerja lapangan geografi seperti melakukan pengamatan terhadap keadaan
lingkungan fisik, lingkungan sosial dan lingkungan buatan atau budaya yang ada
di lingkungan sekolah atau di sekitar lingkungan tempat tinggalnya diantara
modal lingkungan/alam yang dimiliki sekolah ini di antaranya sirkulasi udara
yang bersih dan bagus karena sekolah memiliki pohon-pohon besar sebagai perindang,
memiliki taman sekolah yang luas dan asri dan juga tanaman toga.
Sekolah juga memiliki ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan untuk
media pembelajaran bagi guru, dan area bermain bagi murid-murid. Lingkungan
belajar yang kondusif adalah lingkungan belajar di sekolah dalam suasana
berlangsungnya proses belajar mengajar. Pelajaran Geografi termasuk salah satu
unsur program inti pembelajaran Ilmu Sosial. Tujuan pembelajaran geografi
adalah agar siswa memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk
mengembangkan kemampuan berpikir geografis dalam memahami gejala geosfer. Objek
studi geografi adalah geosfer yang mencakup gejala fisik dan sosial.
Mempelajari geografi perlu sebanyak mungkin berdasarkan aktivitas siswa, baik
dengan kegiatan dalam ruangan (kelas, laboratorium, perpustakaan) maupun lewat
pengalaman lansung di lapangan. Seharusnya sekolah memanfaatkan lingkungan
lokal sebagai sumber belajar. (Suharyono 2006:54). Untuk memanfaatkan lingkungan
belajar perlu diciptakan dan dipertahankan agar pertumbuhan dan perkembangan
peserta didik efektif dan efisien, sehingga tujuan pemanfaatan dapat tercapai
secara optimal. Lingkungan sekolah merupakan sumber belajar yang dapat
dimanfaatkan oleh semua guru dan dapat berpengaruh terhadap proses pembelajaran
yang dilaksanakan di sekolah.
Lingkungan merupakan bagian dari manusia khususnya bagi peserta didik
untuk hidup dan berinteraksi dengan sesamanya. Tujuan memanfaatkan lingkungan
sekitar agar pembelajaran yang berlangsung tidak membosankan dan siswa lebih
paham benda-benda yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Karena dengan membawa
siswa langsung berinteraksi dengan lingkungan alam di sekolah siswa akan lebih
memahami apa saja yang ada di lingkungan sekolah tersebut dan manfaat
lingkungan sekolahan. Siswa tidak hanya belajar dengan teori tetapi langsung
melihat dan belajar memanfaatkan benda di sekitar lingkungan sekolah.
Potensi yang dapat mendukung program:
1. Modal Sumber Daya
Manusia yang mendukung (Kepala Sekolah, Guru dan starf TU, Siswa, Komite
Sekolah dan dukungan orang tua).
2. Modal lingkungan yang
terdapat di sekolah dengan lingkungan yang luas memungkinkan untuk dapat
dipergunakan sebagi sumber dan tempat belajar siswa.
3. Modal Politik (adanya
kerja sama dengan aparat di sekitar sekolah, pemerintah desa, orang tua wali
dan pejabat pemerita).
4. Modal fisik (memiliki
infrastruktur yang memadai)
5. Modal agama dan budaya
yang homogen
Kendala yang mungkin timbul dalam upaya pengembangan program tersebut:
1. Kendala Internal Sekolah
? Dukungan guru yang kurang
maksimal
? Lemahnya semangat
persatuan dalam sekolah
? Komunikasi yang kurang
efektif
? Pembiayaan yang kurang
maksimal dari sekolah
2. Kendala Eksternal
? Faktor alam dan
lingkungan yang kurang mendukung
? Bersamaan dengan
pelaksanaan program lain
? Dukungan pemangku
kepentingan yang kurang maksimal
Rencana untuk mengatasi kendala yang mungkin muncul:
1. Pendekatan secara
intensif dengan rekan guru dan sekolah
2. Pemaparan program yang
jelas
3. Melibatkan semua unsur
di sekolah
4. Berdiskusi dengan teman
sejawat dan mendengarkan usulan dari rekan guru sebagai perbaikan program
5. Mendahulukan program
yang prioritas terlebih dahulu
6. Menjalin komunikasi
dengan warga sekolah yang baik dan intensif
7. Membaca peluang yang
baik dalam pelaksanaan program ke depan
Strategi pengembangan program:
|
Specific
(rincian deskripsi
aktivitas secara terperinci dan
jelas) |
1. Langkah pertama adalah melaksanakan sosialisasi program yang akan
dilaksanakan dengan bermusyawarah yang melibatkan semua elemen disekolah 2. Menampung semua masukan yang positif yang dapat memajukan program 3. Mengkomunikasikan program dengan orang tua, murid, komite, guru dan
staf TU agar program dapat berjalan dengan baik 4. Mendesain lingkungan belajar yang baik agar dapat dipergunakan siswa
untuk sumber belajar 5. Membuat kebun sekolah 6. Memfokuskan pada lingkungan sekolah yang kondusif untuk belajar 7. Melaksanakan evaluasi dan refkleksi program |
|
Measurable (indikator keberhasilan
yang dapat
diukur) |
1. Terlaksananya rapat internal sekolah ( Kepala Sekolah, guru dan
komite) 2. Mengelompokkan pendapat Guru yang positif untuk dapat terlaksananya
program dengan baik 3. Terwujudnya lingkungan belajar yang kondusif untuk belajar dan sumber
belajar siswa 4. Terciptanya lingkan sekolah yang asri, bersih, nyaman dan aman 5. Dilakukannya evaluasi dan refleksi Bersama tentang program yang
berjalan. |
|
Achievable
(Strategi
yang dipaparkan
realistis untuk
dicapai)
|
1. Pendekatan dengan semua komponen yang ada di sekolah agar mau
berpartisipsai aktif dalam menjalan program. 2. Membuat paparan program yang jelas dan mudah untuk dipahami oleh semua
pihak 3. Memberikan contoh yang baik dalam pelaksanaan program 4. Meyakinkan semua pihak tentang program ini benilai positif untuk
kemajuan belajar siswa 5. Terciptanya lingkungan sekolah yang indah |
|
Relevant
(relevan dengan
visi keberpihakan
pada murid) |
Program
ini sangat relevan dengan dengan visi dan misi sekolah yang berpihak kepada
murid , berikut ini paparan visi dan misi sekolah yang berpihak kepada murid
: Visi Sekolah Terwujudnya Peserta didik yang beriman, terdidik, berbudaya dan
trampil dalam penguasaan IT. Misi Sekolah: 1. Menumbuhkan
penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan juga budaya bangsa sehingga menjadi sumber kearifan
dalam bertindak; 2. Meningkatkan
pembinaan keidiplinan dan ketakwaan, melalui berbagai kegiatan untuk
membentuk budaya serta akhlak mulia; 3. Melaksanakan
pembelajaran yang efektif bagi guru dan siswa 4. Berupaya
melengkapi sarana dan prasarana sekolah untuk menunjang kegiatan intra dan
ekstrakurikuler; 5. Menciptakan
lingkungan sekolah yang nyaman, bersih, indah dan tertata rapi, Agar warga sekolah betah di
lingkungan sekolah; 6. Meningkatkan
pembinaan keidiplinan dan ketakwaan, melalui berbagai kegiatan untuk membentuk budaya serta akhlak mulia; 7. Meningkatkan
hubungan yang harmonis antara stake horder (siswa, pengelola sekolah, komite sekolah dan wali murid) 8. Menjaring
siswa yang berbakat di bidang olahraga, seni , Pramuka ,PMR ,KIR dan Rohis 9. Menerapkan
manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan Komite Sekolah 10. Meningkatkan
kemampuan pengelola sekolah melalui IHT, MGMP, seminar, symposium dan lokakarya bagi Guru dan
Murid |
|
Time-oriented (linimasa
yang masuk
akal) |
1. Rentang waktu pelaksanaan program adalah bulan Januari 2022 sampai
Juni 2022 2. Rapar sekolah pada bulan Desember /awal Januari 3. Pembuatan taman dan kebun sekolah awal Desember 4. Pelaksanaan penggunaan lingkungan sebagai tempat/sumber belajar pada
Januari 2022 atau menyesuaikan dengan kondisi 5. Evaluasi /refleksi setiap semester. |