BERKENALAN DENGAN AKM

Penulis: Etik Sukmawati, S.Pd., M.M.

Dibaca: 2502 kali

Etik Sukmawati, S.Pd., M.M.

Oleh Etik Sukmawati, S.Pd., M.M.

                                                                                            (Guru SMKN 1 Cikalongkulon )



Kamis, 5 November 2020 tibalah kami perwakilan guru Bahasa Indonesia dan guru Matematika wilayah Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi dari jenjang SD sampai SMA/K di Grand Ussu Cisarua Kabupaten Bogor untuk mengikuti Diskusi Kelompok Terpumpun Standard Setting Levelling Assesmen Kompetensi Minimum (AKM). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Assesmen dan Pembelajaran Kemdikbud. Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk menentukan nilai batas (cut off score) tingkat kompetensi Asesmen Kompetensi Minimum melalui diskusi kelompok terpumpun standar setting. Di kegiatan inilah kami diperkenalkan dengan AKM.

AKM, survey karakter dan survey lingkungan adalah tiga instrument Assesmen Nasional pengganti Ujian Nasional. Assesmen ini akan mulai diberlakukan di tahun 2021. AKM atau Assesmen Kompetensi Minimum adalah Assesmen pada kemampuan bernalar menggunakan Bahasa (literasi membaca) dan assesmen kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi). Soal-soal AKM bersifat kontekstual, berbagai bentuk soal, pemecahan masalah dan mendorong untuk berpikir kritis. Penilaian pada AKM mengacu pada tolok ukur yang terdapat dalam PISA dan TIMSS. Hal ini mengingatkan penulis pada pengembangan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi yang menjadi sasaran pengembangan Kemdikbud pada tahun 2019 di mana pengembangannya berkiblat pada PISA dan TIMSS.

Ada 2 Jenis AKM yang dikembangkan oleh Pusat Assesmen Pembelajaran. Yang pertama yaitu AKM Survey Nasional. AKM Survey nasional diikuti oleh peserta didik kelas V, VIII dan XI yang dilakukan secara sampling. Untuk kelas V banyaknya sampling maksimal 30 orang dari setiap satuan pendidikan dan untuk kelas VIII dan XI banyaknya sampling maksimal 45 orang tiap satuan pendidikan. Bagi satuan pendidikan yang memiliki jumlah siswa di bawah batas maksimal maka seluruh peserta didik di satuan pendidikan tersebut menjadi peserta Asessmen Nasional. Pemerintah akan mengambil sampling ini secara random berdasarkan latar belakang ekonomi dan sosial peserta didik. Namun berbeda dengan Program Kesetaraan, semua peserta didik di program kesetaraan wajib mengikuti AKM karena dijadikan sebagai salah satu syarat kelulusan. Fungsi AKM Survei Nasional ini sebagai evaluasi kualitas sistem pendidikan, minimal tingkat satuan pendidikan. Oleh karena itu yang digunakan sebagai sampling adalah siswa kelas V, VIII, dan XI. Hal ini bertujuan agar mereka merasakan perbaikan pembelajaran saat masih bersekolah di satuan pendidikan tersebut.

AKM yang kedua adalah AKM Kelas. AKM kelas diikuti oleh peserta didik kelas II sampai dengan kelas XII. AKM kelas ini berfungsi sebagai tools self-diagnostic bagi guru untuk peserta didik di kelas. Tools dilengkapi resep pembelajaran untuk membantu guru memperbaiki pembelajaran di kelas.

Assesmen Nasional bagi kelas V direncanakan diselenggarakan pada bulan Agustus tahun 2021. Dan bagi kelas VIII dan XI rencananya diselenggarakan pada akhir Maret tahun 2021 selama dua hari. Untuk hari pertama jenjang SD/MI, Paket A/ULYA dilaksanakan tes Literasi selama 75 menit dan survey karakter selama 20 menit dan untuk hari kedua dilaksanakan tes Numerasi 75 menit dan suvey lingkungan 20 menit. Bagi jenjang SMP/MTS, Paket B dan WUSTHA serta SMA/SMK/MA dan Paket C untuk hari pertama melaksanakan tes Literasi selama 90 menit dan survey karakter 30 menit dan hari kedua peserta didik melaksanakan tes Numerasi selama 90 menit dan suvey lingkungan 30 menit.

Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) terdiri dari dua komponen yaitu:

1.         Literasi Membaca

Literasi membaca adalah kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, merefleksikan bentuk bentuk teks yang dibutuhkan oleh masyarakat dan/atau dihargai oleh individu. Pembaca dapat membangun makna dari teks dalam berbagai bentuk. Mereka membaca untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi untuk berpartisipasi dalam masyarakat sebagai warga Negara Indonesia dan dunia. Pada komponen literasi membaca konten yang disajikan berupa teks informasi dan teks sastra. Kompetensi yang diharapkan dalam komponen literasi ini peserta didik dapat menemukan informasi, menginterprestasi dan mengintegrasi isi teks serta melakukan evaluasi dan refleksi dari teks yang sudah disediakan. Teks tersebut menyajikan masalah-masalah nyata yang bersifat personal maupun masalah sosial budaya dan saintifik.

2.         Numerasi

Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaiakan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga Negara Indonesia dan warga Negara dunia. Konten numerasi terdiri dari Bilangan, Pengukuran dan geometri, Data dan Ketidakpastian serta aljabar. Melalui konten tersebut siswa diharapkan mampu memiliki kompetensi memahami, mengaplikasi dan bernalar dalam memecahkan masalah yang disajikan. Konteks numerasi menyajikan masalah personal yang berfokus pada aktivitas seseorang, keluarganya atau kelompoknya, masalah saintifik yang berkaitan dengan sains dan teknologi serta masalah sosial budaya yang berkaiatan tentang masalah komunitas atau masyarakat lokal atau global.

Bentuk soal AKM ada 5 jenis yaitu objektif pilihan ganda (hanya satu jawaban benar), pilihan ganda kompleks (jawaban benar lebih dari satu), menjodohkan dan isian singkat (angka, nama/benda yang sudah fixed) serta Soal Non Objektif Essay.


Sumber : Pusat Assesmen Pembelajaran

 Terdapat 5 level kompetensi yang mengelompokkaan kemampuan peserta didik yang disajikan pada table berikut:


AKM Nasional tidak melaporkan ditingkat individu peserta didik namun kepada satuan pendidikan agar dijadikan sebagai acuan perbaikan kualitas pembelajaran satuan pendidikan. Oleh karena itu AKM Nasional tidak dijadikan patokan kelulusan di tingkat SD sampai SMA/SMK, namun diseperti yang sudah dijelaskan diatas bagi siswa Paket Kesetaraan, AKM menjadi salah satu syarat kelulusan. Diagnosa hasil belajar setiap peserta didik dapat dilakukan oleh guru melalui AKM kelas. Hasil AKM kelas digunakan untuk merancang pembelajaran yang menyesuaikan tingkat kompetensi peserta didik (teaching at the right level). AKM kelas bebas diakses oleh guru di semua sekolah.

Demikianlah hasil perkenalan kami dengan AKM dan semoga kita semakin giat dalam melakukan pembiasaan literasi kepada peserta didik agar mereka mampu menyelesaikan soal AKM dengan baik sebagai potret kualitas pembelajaran di satuan pendidikan kita.






Tag:
Nalar Lainnya
...
Dadan Supardan

Semangat Revitalisasi di Mata Angkie

Nalar Lainnya
...
ENDANG KOMARA

INDEPENDENSI ASN

...
Asep S. Muhtadi

Komunikasi Pembelajaran di Masa Pandemi

...
Prof. Dr Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., S.H.,M.H.,M.Si.

EKSISTING DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI JAWA BARAT

...
...
...