Penulis: Dadan Supardan/Sandi

Para pegiat pendidikan
BANDUNG, beritadisdik.com – Ada saja terobosan konstruktif yang dilakukan Kepala Dinas
Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi. Buktinya, pada Rabu 10
Februari 2021 Program berlabel Teras Radjiman 6 ia gulirkan.
“Setiap tanggal 10
dalam setiap bulan kita akan lakukan agenda Teras Radjiman 6. Rajiman 6 adalah
nama jalan. Kenapa kita namakan ini teras? Karena aspirasi bercerita tentang
harapan dan keinginan, maka harus ketemu. Teras singkatan dari temu aspirasi,”
tutur Dedi Supandi mengawali pembicaraannya pada
acara Teras Radjiman 6 pertama di Aula Kihajar
Dewantara Disdik Jabar.
Teras Radjiman
merupakan ruang komunikasi untuk menyampaikan aspirasi mengenai masalah
pendidikan di Jawa Barat. Sebagai ruang untuk menyampaikan program dan evaluasi
bulanan pendidikan di Jabar serta mendekatkan informasi dunia pendidikan kepada
seluruh stakeholder, termasuk masyarakat di Jabar.
“Melalui
acara ini, akan disampaikan pula kegiatan atau berbagai prestasi yang telah
dicapai Disdik Jabar. Teras Radjiman pun memberikan ruang bagi pemerhati
pendidikan ataupun masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi/masukan untuk
kebijakan pendidikan di Jabar," terang Dedi Supandi, Selasa (9/2/2021)
seperti dikutif Medikom dari disdik.jabarprov.go.id.

Menilai betapa strategisnya program Teras Radjiman, beberapa entitas pendidikan mengapreasiasi dan menyambut positif. Seperti yang disampaikan Ketau PB PGRI Dudung Nurullah Koswara. Kepada Koran Medikom, Jumat (12/2/2021) ia menegaskan program Teras Radjiman sebagai satu lompatan luar biasa yang hadir dari gagasan birokrat pendidikan yang mau merakyat. Menurutnya, era sekarang adalah era keterbukaan dan era kolaborasi. Maka sangatlah tepat manakala Kadisdik Dedi Supandi mencoba menguatkan hubungan antara publik pendidikan, masyarakat, dan birokrasi pendidikan.
“Teras Radjiman akan melahirkan ‘harmonitas’ ekosistem pendidikan. Akan meminimalisir ‘dusta di antara kita’ dan suuzon terkait dinamika pendidikan,” ungkap Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah-69 (FKKS69) ini.
Dikatakan, manfaat yang bisa dipetik dari Teras Radjiman setidaknya ada tiga. Pertama, harapan masyarakat dan publik pendidikan bisa tersampaikan. Kedua akan lahir “layanan kontekstual” pendidikan dari Disdik Jawa Barat terkait apa yang terhangat dan sedang menjadi tuntutan dan harapan publik Jawa Barat bidang pendidikan.
Ketiga Disdik Jawa Barat tidak perlu sulit “blusukan” untuk “belanja” masalah pendidikan. Berbagai pihak terkait pendidikan akan datang dan “setor” masukan, asupan, dan solusi bagi prestasi layanan pendidikan Disdik Jawa Barat.
Sebagai Ketua Pengurus Besar PGRI dan Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB-69 Jawa Barat, DNK begitu ia akrab disapa, menegaskan hadirnya Teras Radjiman bagaikan hadirnya ruang ekspresi semua elemen pendidikan terkait (ekosistem pendidikan). Teras Radjiman bisa menjadi learning community semua pihak, apalagi PGRI dan FKKS69 yang punya visi misi sukseskan layanan pendidikan. Teras Radjiman adalah “Ruang Kelas” orang dewasa yang punya “nafsu” berkhidmat di dunia pendidikan.
Senada dengan DNK, Ketua Umum Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) Asep Tapip Yani mengungkapkan sebagai lembaga publik yang mengurus hajat hidup layanan publik sejatinya memang harus melibatkan publik. Pelibatan itu bisa memosisikan publik sebagai objek atau subjek, dan bisa juga sebagai mitra layanan, sesuai urgensi urusan, layanan dan program yang diselenggarakan. Pelibatan publik itu landasannya adalah demi keterbukaan informasi dan mengurangi sumbatan komunikasi dari dan/atau ke publik.
“Teras Radjiman 6 yang digagas-gelar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menurut hemåt saya merupakan tindakan cerdas. Sebagai wadah temu aspirasi masyarakat pendidikan dan sekolah, ia akan menjadi kanal yang dapat menyalurkan aspirasi publik berkaitan dengan problematika pendidikan. Persoalan dan program pendidikan di Jawa Barat dapat dikomunikasikan bahkan langsung didiskusikan bersama para pihak di sini,” tutur Asep Tapip, Sabtu (13/2/2021).
Dengan demikian, tambahnya, keberadaan Teras Radjiman6 ini menjadi bagian dari solusi problema klasik lembaga publik, yakni tersumbatnya saluran komunikasi publik. Dengannya, penyampaian informasi program Dinas Pendidikan kepada masyarakat bisa secara gradual tersampaikan. Pun demikian, aspirasi masyarakat pendidikan bisa tersampaiakan secara lugas, tidak lagi melalui demo di halaman kantor.
Pada prinsipnya, jelas Kepala SMKN 14 Bandung ini, AKSI menyambut baik kehadiran Teras Radjiman6. Aspirasi dan bahkan inspirasi para Kepala Sekolah dalam pengelolaan sekolah bisa dibagi melalui wadah ini. Secara egaliter para Kepala Sekolah bisa berbagai inovasi pengembangan sekolahnya dan langsung saling menanggapi.
“Harapan AKSI, Teras Radjiman6 ini bisa dimanfaatkan oleh semua stakeholders pendidikan di Jawa Barat dalam kerangka memajukan pendidikan, saling mendukung dan saling berbagi kebaikan menuju Jawa Barat Juara Lahir Batin,” imbuhnya.
Begitupun dengan Edy Siswanto. Ketua Umum Ikatan Guru Vokasi Indonesia Maju (PP IGVIM) ini sangat mendukung Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam mewujudkan visinya. Sebagai pihak yang berada pada garda terdepan pembangunan di Jawa Barat, perlu ada kegiatan khusus ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, baik lahir maupun batin. Semua itu, melalui program inovasi dan kolaborasi kepada semua pihak.
Disdik menjadi lembaga paling penting dalam mewujudkan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Masa depan bangsa tidaklah berhasil tanpa memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, berkemampuan dan inovatif. Diperlukan berbagai inovasi dan kolaborasi. Inovasi ditujukan meningkatkan pelayanan publik, kualitas hidup dan pembangunan berkelanjutan. Sedangkan kolaborasi dilakukan dengan melakukan kerja sama antarwilayah dan stakeholder pembangunan untuk memanfaatkan potensi serta menjawab permasalahan atau tantangan pembangunan.
“Salah satu bentuk inovasi adalah program yang diliuncurkan berupa Teras Radjiman 6. Ini adalah sebuah terobosan yang patut didukung oleh semua komponen dan elemen stakeholders pendidikan utamanya seperti organisasi profesi (orprof) guru vokasi. IGVIM sebagai organisasi profesi guru yang bersifat sosial dan professional, tentu sangat mendukung dan siap bersinergi dan kolaboratif dengan pihak manapun termasuk Disdik Provinsi Jabar, yang konsen membangun dan memajukan dunia pendidikan,” ungkap Edy Siswanto diamini oleh Ketua IGVIM Jawa Barat Chepy Wahyudin.
Menurut Chepy kegiatan Teras Radjiman sejalan dengan semangat transparansi dan akuntabilitas. Untuk itu, IGVIM Jawa Barat turut mendukung dan berharap akan membawa kebaikan.