ATASI UNCERTAINTY (KETIDAKPASTIAN) DENGAN UNDERSTANDING’ (PEMAHAMAN)

Penulis Ahmad Rusdiana

Dibaca: 118 kali

Ahmad Rusdiana

Oleh Ahmad Rusdiana

 

 

Uncertainty atau ketidakpastian dalam Konteks PUCA (Perubahan, Ketidakpastian, Kompleksitas, dan Ambiguity), merupakan tantangan kedua yang dihadapi oleh para pemimpin perusahaan atau organisasi, tidak terkecuali kepemimpinan pendidikan. Ketidakpastian ini dapat berasal dari berbagai sumber seperti perubahan kebijakan, perubahan sosial dan budaya, serta perubahan teknologi. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi yang jelas dan akurat mengenai perubahan yang terjadi.

Perubahan yang cepat dan tidak terduga membuat para pemimpin harus mengambil keputusan dengan informasi yang terbatas. Johansen menyarankan agar Uncertainty diatasi dengan Understanding’. Dalam hal ini, ‘Understanding’ (pemahaman) akan membawa semua anggota tim berbagi cara pikir (mindset) yang sama, dan membangun pengertian dan pemahaman yang selaras tentang bagaimana mereka dapat berkontribusi untuk kesuksesan organisasi. Sejalan dengan prinsip-prinsip yang mempromosikan praktik dan komunikasi aktif yang melibatkan banyak pihak, hal ini membutuhkan komunikasi dua arah yang terus-menerus.

Untuk hal itu, Anderson  dan  Krathwohl  (2010)  menguatakan bahwa "pemahaman" merupakan proses kognitif, dalam kategori pemahaman meliputi menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan. Dari tingkatan proses kognitif kategori pemahaman tersebut dapat diketahui. Oleh karena itu, Johansen menyarankan agar para pemimpin dalam mengatasi ketidakpastian dengan pemahaman (Understanding). Sedikitnya ada 5 indikator sikap pemimpin yang memiliki pemahaman untuk mengatasi ketidakpastian antara lain adalah:

Pertama; Aktif mencari informasi dan mempelajari trend terbaru dalam bidang pendidikan dan lingkungan sosialnya.

Kedua; Mengembangkan kemampuan analisis yang baik untuk menganalisis dan menginterpretasikan data yang tersedia, sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat dalam situasi yang kompleks dan ambigu.

Ketiga; Membangun hubungan dan kerjasama yang baik dengan para pemangku kepentingan pendidikan, termasuk dengan siswa, orangtua, guru, serta pemerintah dan masyarakat sekitar.

Ketempat; Berkomunikasi dengan baik dan memberikan arahan yang jelas dan tepat kepada semua pihak yang terlibat dalam pendidikan.

Kelima; Mengembangkan program pelatihan dan pengembangan diri bagi guru dan tenaga pendidik, sehingga mereka dapat lebih siap menghadapi perubahan dan mengatasi ketidakpastian yang terjadi dalam proses belajar mengajar.

Dalam menghadapi ketidakpastian, pemimpin pendidikan juga harus mampu membentuk tim yang solid dan terampil untuk bekerja sama mencapai tujuan bersama. Tim ini harus mampu berkolaborasi dan berinovasi dalam menghadapi perubahan dan tantangan yang dihadapi.

Intinya, para pemimpin tidak terkecuali pemimpin pendidikan harus memiliki sikap terbuka dan mampu mengatasi ketidakpastian dengan pemahaman. Hal itu terkait dengan Tugas semua para Nabi adalah menyampaikan literasi, dalam arti ajaran dan petunjuk dari sang Maha pemberi Ilmu untuk disampaikan kepada umat manusia agar tidak tersesat.  Hingga sampailah malaikat Jibril utusan Allah SWT yang mengajarkan kepada nabi yang terakhir, Muhammad Saw. dengan kata "IQRA" (Bacalah...!) Artinya, kita sebagai umat manusia diperintahkan untuk Membaca, memahami dan mengamalkan apa yang sudah diajarkan oleh para Nabi. Sebagaimana tugas nabi Muhammad Saw yang membawa umat manusia dari kegelapan menuju cahaya. "Mina dzulumati ila nnur..." (QS. [2]:257). Itulah membaca/memahami sangat penting agar tidak terjerumus dalam kebodohan dan kesesatan.

Walalhu A'lam Bishowab

Penulis:

Ahmad Rusdiana, Founder tresnabhakti.org, pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti, Pengampu mata kuliah manajemen pendidikan; Penulis buku: Manajemen Risiko, Manajemen Kewirausahaan Teori dan Praktek; Manajemen Kewirausahaan Pendidikan; Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pendidik, Peneliti, dan Pengabdi; Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al Misbah Cipadung Bandung yang mengembangkan pendidikan Diniah, RA, MI, dan MTs, sejak tahun 1984, serta garapan khusus Bina Desa, melalui Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Tresna Bhakti, yang didirikannya sejak tahun 1994 dan sekaligus sebagai Pendiri Yayasan, kegiatannya pembinaan dan pengembangan asrama mahasiswa pada setiap tahunnya tidak kurang dari 70 mahasiswa di Asrama Tresna Bhakti Cibiru Bandung. Membina dan mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) TK TPA Paket A B C. Rumah Baca Tresna Bhakti sejak tahun 2007 di Desa Cinyasag Kec.n. Panawangan Kab.Ciamis Jabar. Karya lengkap dapat diakses melalui: https:(1)//a.rusdiana.id(2)http://tresnabhakti.org/webprofil

(3)http://digilib.uinsgd.ac.id/view/creators (4) https://www.google.com/search?q=buku+ a.rusdiana +shopee&source (5) https://play.google.com/store/books/author?id.

Tag:
Nalar Lainnya
...
Dadan Supardan

Semangat Revitalisasi di Mata Angkie

Nalar Lainnya
...
ENDANG KOMARA

INDEPENDENSI ASN

...
Asep S. Muhtadi

Komunikasi Pembelajaran di Masa Pandemi

...
Prof. Dr Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., S.H.,M.H.,M.Si.

EKSISTING DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI JAWA BARAT

...
...
...