INNOVATION MANAGEMENT STRATEGY MAP TEMPLATE (IMSM): Peluang Alternatif Menuju Keunggulan Bersaing dan Keberlanjutan Organisasi di era VUCA*)

Penulis Ahmad Rusdiana

Dibaca: 233 kali

Ahmad Rusdiana

Oleh Ahmad Rusdiana

 

Era VUCA, menggambarkan situasi yang mengarah ketidakpastian dan mudah berubah sehingga menimbulkan kecemasan. banyak terlihat profesi lama bertumbangan, akan tetapi adapula muncul profesi baru. Salah satu kunci agar organisasi/peruhahaan tetap unggul dapat bersaing di era VUCA adalah pada peran pemimpin. Individu/organisasi dituntut untuk melakukan strategi  agar peruhahaan dapat berjalan secara berkelanjutan. Strategi yang harus dimiliki oleh individu/organisasi menghasapi terbukanya peluang investor asing masuk ke Indonesia berdampak pada persaingan bisnis yang tidak terhindarkan. Banyak para ahli mengingatkan harus waspada dan menyiapkan strategi di era VUCA. Apalagi negara Indonesia saat ini di sebut sebagai salah satu negara yang memiliki potensi sebagai salah satu negara yang memiliki kapasitas ekonomi besar di dunia. Sebuah lembaga kosultan dunia McKinsey (2012), meramalkan Indonesia memiliki peluang menjadi peringkat 7 perekonomian dunia pada 2030, melampaui negara Jerman dan Inggris.

Inovasi dalam rangka mendukung keberlanjutan organisasi/perusahaan dalam rangka bersaing di era VUCA sangat beralasan. Alasan yang mendasari agar segera diimplementasikannya inovasi antara lain: agar pengelolaan sumber daya keuangan menjadi optimal, mendekatkan perusahaan dengan konsumen, sarana analisa manajemen risiko, retensi karyawan, menjaga persaingan bisnis, dan menciptakan peluang terhadap iklim bisnis yang baru. Salah satu inovasi dalam rangka sustainability suatu bisnis, Harvard Business School HBS (Fontana 2006), memberikan suatu toolkits penyusunan strategi inovasi yang dapat digunakan oleh organisasi/perusahaan, ditnujukkan pada Gambar 1. berikut: 


Gambar 1. Innovation Management Strategy Map Template

Sumber: Harvard Business School (dalam Fontana 2016) 

Gambar 1. Innovation Management Strategy Map Template; mengidentifikasi pentingnya metode pengukuran hasil kerja yang digunakan Organisasi/perusahaan. Namun, banyak orang yang masih salah persepsi dan belum dapat memahami arti dan penggunaannya. Yu kita simak dibawah ini:

Pertama:  Financial perspective atau perspektif keuangan erat kaitannya dengan pemasukan dan pengeluaran perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan harus mampu mengelola keuangan dengan baik agar keuangannya terus stabil. Misalnya, biaya operasional, biaya produksi, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, termasuk keuntungan dari aktivitas penjualan. Baik pemasukan maupun pengeluaran, keduanya harus dicatat secara runtut dan jelas. Agar pihak keuangan dapat mengamati laju pertumbuhan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan. Ada tiga tolok ukur dalam perspektif keuangan, yaitu: (1) Pertumbuhan dari pertambahan yang didapatkan selama proses bisnis berlangsung. (2) Penurunan aset ke arah yang optimal dan memaksimalkan strategi investasi. (4) Penurunan biaya dan peningkatan produktivitas kerja. Ketiga tolok ukur di atas dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menjalankan bisnis. Dengan begitu, pemilik perusahaan mengetahui di tahap mana perusahaan tersebut berada.

Kedua: Consumer perspective atau Perspektif konsumen; adalah kepuasan pelanggan jadi ukuran. Perspektif pelanggan berkaitan erat dengan cara perusahaan melayani pelanggan. Dalam hal ini, setiap pelanggan harus diperlakukan secara layak. Dengan begitu, mereka merasa puas atas pelayanan yang diberikan. Pelayanan yang bagus tentu akan meningkatkan loyalitas konsumen. Sebaliknya, apabila pelayanannya buruk, konsumen pasti mencari perusahaan lain yang memiliki sistem yang lebih bagus. Ukuran yang ditetapkan perusahaan/organisai dalam perspektif pelanggan, antara lain: (1) seberapa besar omzet penjualan. (2) tingkat keuntungan yang didapatkan perusahaan. (4) berapa banyak pelanggan yang didapatkan. (5) persentase loyalitas pelanggan terhadap produk. (6) tingkat kepuasan pelanggan. (7) tingkat profitabilitas pelanggan. (8) kebutuhan pelanggan.

Ketiga: Internal perspective atau  Perspektif internal; adalah kegiatan memerhatikan kondisi internal menjadi bagian penting bagi Pinpinan/pengusaha. Dalam internal process perspective, perusahaan/organisasi menilai seberapa besar ukuran dan sinergi dari setiap unit kerja. Untuk mengukur poin ini, pemimpin perusahaan harus rutin mengamati bagaimana kondisi internal dalam perusahaan. Dipastikan semuanya dijalankan sesuai dengan metode yang ditetapkan atau malah melenceng dari peraturan. Kemampuan dan keahlian karyawan akan menghasilkan proses bisnis internal yang bagus. Bertambahnya jumlah konsumen, omzet dan keuntungan yang didapat. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam perspektif proses bisnis internal, antara lain: (1) Proses inovasi berkaitan dengan ide-ide terhadap produksi barang; (2) Proses operasi berkaitan dengan aktivitas dan rutinitas sehari-hari yang dilakukan bagian internal. (3) Proses pasca penjualan berkaitan dengan metode pemasaran yang tepat untuk meningkatkan omzet penjualan.

(4) perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth perspective)

Keempat: Learning and Growth Perspective atau perspektif pembelajaran dan pertumbuhan; Termasuk Ukuran Penting; Karyawan menjadi elemen penting yang harus dijaga perusahaan. Tanpa adanya karyawan, proses pertumbuhan dan perkembangan perusahaan akan menghadapi banyak kendala. Karyawan juga berfungsi sebagai pendukung dalam perspektif keuangan dan pelanggan. Karena itu, apa yang direncanakan perusahaan dapat mencapai target yang maksimal. Selain itu, perusahaan/organisai juga perlu memerhatikan sistem dan prosedur kerja yang jelas perlu diterapkan. Ada baiknya jika semua elemen terkontrol dan terkoordinasi dengan baik sehingga timbul keselarasan selama bisnis berlangsung. Ada tiga hal yang dijadikan tolok ukur dalam perspektif ini, antara lain (1) Kapabilitas atau kemampuan karyawan; (2) Kemampuan mengelola sistem informasi; (3) Motivasi, dorongan, dan garis tanggung jawab

Dengan IMSM, para pemipin menjadi lebih tahu sejauh mana pergerakan dan perkembangan yang telah dicapai. IMSM juga membantu dan memberikan pandangan menyeluruh mengenai kinerja. Mental inovatif tersebut pada akhirnya akan dimunculkan pada karya-karya inovasi sebagai hasil dari produk layanan jasa untuk konsumen. Bukankan Islam telah memberikan spirit inovasi dalam Surat al-Ra’d: "Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri" (QS.al-Ra’d[13]:11). Agar kinerja lebih efektif dan efisien, dibutuhkan sebuah informasi akurat yang mewakili sistem kerja yang dilakukan.

Wallahu A'lam Bishhowab.

__________________

*) Tulisan ini merupakan Penguatan wawasan Kewirausahaan dalam mendukung "Ingin Jadi Manajer Kewirausahaan  Sukses?"

Penulis:

Ahmad Rusdiana, Pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti, Pengampu mata kuliah Manajemen Strategis; Manajemen Kewirausahaan pendidikan; Penulis buku: Manajemen Strategis; Manajemen Kewirausahaan Teori dan Praktek; Manajemen Kewirausahaan Pendidikan; Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pendidik, Peneliti, dan Pengabdi; Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al Misbah Cipadung Bandung yang mengembangkan pendidikan Diniah, RA, MI, dan MTs, sejak tahun 1984, serta garapan khusus Bina Desa, melalui Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Tresna Bhakti, yang didirikannya sejak tahun 1994 dan sekaligus sebagai Pendiri Yayasan, kegiatannya pembinaan dan pengembangan asrama mahasiswa pada setiap tahunnya tidak kurang dari 70 mahasiswa di Asrama Tresna Bhakti Cibiru Bandung. Membina dan mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) TK TPA Paket A B C. Pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti sejak tahun 2007 di Desa Cinyasag Kecamatan. Panawangan Kabupaten. Ciamis Jawa Barat. Karya Lengkap sd. Tahun 2022 dapat di akses melalui: (1) http://digilib.uinsgd.ac.id/view/creators. (2) https://www.google.com/search? q=buku+ a.rusdiana+shopee&source (3) https://play.google.com/store/ books/ author?id.

 

 

 

 


Tag:
Nalar Lainnya
...
Dadan Supardan

Semangat Revitalisasi di Mata Angkie

Nalar Lainnya
...
ENDANG KOMARA

INDEPENDENSI ASN

...
Asep S. Muhtadi

Komunikasi Pembelajaran di Masa Pandemi

...
Prof. Dr Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., S.H.,M.H.,M.Si.

EKSISTING DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI JAWA BARAT

...
...
...