Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Sejarah

Penulis: Indar Cahyanto

Dibaca: 1295 kali

Kegiatan Belajar Mengajar

Oleh Indar Cahyanto

(Guru dan Pengurus MGMP Sejarah Jakarta Pusat)

 

Pada awal ajaran baru 2022-2023 Pemerintah melalui Kemendikbud Ristek sudah mengumumkan pemberlakukan kurikulum baru yaitu kurikulum merdeka. Pro dan kontra ketika kurikulum baru itu akan diberlakukan karena memang belum semua sekolah mendapatkan pelatihan mengenai kurikulum merdeka tersebut. Hanya beberapa sekolah yang berada di seluruh wilayah Indonesia yang sudah menerapkan Kurikulum Baru dengan model kurikulum sekolah penggerak.

Bagi sekolah yang belum mengikuti program sekolah penggerak para gurunya tidak tinggal diam mengikuti perkembangan kurikulum baru tersebut. Para guru yang tidak terlibat dalam program sekolah penggerak mengikuti desiminasi, webinar, workshop, ataupun belajar mandiri melalui internet untuk mencari dan memahami esensi dari kurikulum baru. Ataupun mereka yang terlibat di dalam organisasi profesinya bisa mengkaji dan belajar bersama memahami esensi kurikulum merdeka.

Di dalam pengantar buku kajian kurikulum merdeka dijelaskan bahwa pelaksanaan Kurikulum Merdeka dirancang sebagai bagian dari upaya Kemendikbudristek untuk mengatasi krisis belajar yang telah lama kita hadapi, dan menjadi semakin parah karena pandemi. Krisis ini ditandai oleh rendahnya hasil belajar peserta didik, bahkan dalam hal yang mendasar seperti literasi  membaca. Krisis belajar juga ditandai oleh ketimpangan kualitas belajar yang lebar antar wilayah dan antar kelompok sosial-ekonomi

Memang perubahan kurikulum yang terjadi pada saat ini karena imbas adanya pandemic covid 19 yang terjadi secari Indonesia. Sehingga diupayakan adanya perubahan dan standarisasi kebijakan pendidikan yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui kemendikbudristek. Perubahan kurikulum itu merupakan upaya menanggulangi permasalahan yang terjadi secara umum di Indonesia. Akan tetapi perubahan kurikulum memberikan penguatan pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. Paling penting adalah perubahan kurikulum itu harusnya tidak menjadi beban untuk guru terutama urusan administrasi pembelajaran.Urusan administrasi dan struktur kurikulum memang benar-benar untuk kepentingan guru dan peserta didik.

Dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020 dijelaskan perubahan kurikulum yang terbentuk oleh Kebijakan Merdeka Belajar akan berkarakteristik fleksibel, berdasarkan kompetensi, berfokus pada pengembangan karakter dan keterampilan lunak, dan akomodatif terhadap kebutuhan DU/DI. Sistem penilaian akan bersifat formatif/mendukung perbaikan dan kemajuan hasil pemelajaran dan menggunakan portofolio.

Secara sekilas ketika beberapa kali mengikuti kajian dan desiminasi kurikulum merdeka secara konsep memiliki benang merah terhadap kurikulum 2013. Artinya guru diberikan kebebasan untuk membuat dan merencanakan program pembelajarannya dengan menggunakan capaian pembelajaran yang sudah ditetapkan oleh Kemendikbudristek. Guru pun merancang Elemen pembelajaran yang terdapat dalam capaian pembelajaran menjadi sebuah alur tujuan pembelajaran yang berbentuk modul.

Letak pemahaman awal ketika guru merancang program pembelajaran dalam kurikulum merdeka dengan memahami elemen pembelajaran dan capaian pembelajaran terlebih dahulu. Setelah paham dengan Elemen dan Capaian Pembelajaran barulah dibuat alur tujuan pembelajaran yang didalamnya terdapat indicator pembelajaran atau tujuan pembelajaran serta kegiatan pembelajaran dengan materi serta penilaian didalamnya.

Secara bentuk alur tujuan pembelajaran seperti rencana program pembelajaran yang model lama sebelum Mas Menteri Nadiem Makariem membuat kebijakan RPP 1 lembar. Terlihat ATP seperti kembali ke model RPP yang lama dengan lebih dari 1 halaman. Ada sedikit masalah lama dalam konteks baru dalam hal pembuatan administrasi pembelajaran. Guru merdeka dalam membuat konten pembelajaran seseuai capaian pembelajaran tapi tidak merdeka ketika harus membuat ATP dengan cakupan hampir sama dengan RPP model dahulu.

Guru harus teliti dalam melihat Elemen pembelajaran dan Capaian Pembelajaran sebelum membuat tujuan pembelajaran atau indicator pembelajaran serta sesuai ruang lingkup materi. Hal ini tergambar dalam permendikbudristek tentang urutan pembuatan Alur Tujuan Pembelajaran sebagai proses perencanaan yang harus disiapkan oleh guru sebelum melaksanakan KBM. Kemudian ada yang sangat esensial memasukkan  point Profil Pelajar Pancasila ke dalam kegiatan pembelajaran yang ada dalam ATP.

Dalam struktur kurikulum dalam setiap mata pelajaran untuk membuat project based learning baik boleh berkolaborasi antar lintas mata pelajaran ataupun mandiri. Hal ini diluar dalam membuat program pembelajaran Project Based Learning dalam penguatan profil Pelajar Pancasila yang dibuatkan suatu produk berupa Video, Film Pendek, Karya Tulis Ilmiah dengan memilih salah satu dari 6 tema yang disediakan.

Secara esensial guru dan peserta didik merdeka dalam membangun konsep pembelajarannya dengan penuh kreatifitas, inovatif sesuai yang diharapkan oleh Permendikbud no 16 tahun 2022 Pelaksanaan Pembelajaran dalam Suasana Belajar yang  Memberikan Ruang yang Cukup bagi Prakarsa, Kreativitas,  Kemandirian sesuai dengan Bakat, Minat, dan Perkembangan  Fisik, serta Psikologis Peserta Didik.

Dalam Permendikbud no 16 tahun 2022 Dokumen perencanaan pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) paling sedikit memuat: a. tujuan pembelajaran; b. langkah atau kegiatan pembelajaran; dan c. penilaian atau asesmen pembelajaran. Akan tetapi sedikit berbeda ketika penulis mempelajari dari rekan-rekan guru melalui desiminasi kurikulum dengan memperluas ke dalam pembuatan modul dalam ATP. Seperti yang diutarakan oleh penulis diatas yang mana didapat dari kajian desiminasi kurikulum merdeka.

Menurut hemat penulis yang juga sebagai seorang guru dengan adanya kurikulum merdeka diharuskan dan diwajibkan untuk mau belajar kembali seperti yang diarahkan oleh kemendikbudristek belajar sepanjang hayat. Makna Merdeka dalam kurikulum saat ini bagaimana sebagai seorang guru dan peserta didik untuk mau belajar sepanjang hayat. Artinya terus menggali khasanah keilmuan dan terus belajar sepanjang waktu untuk memperbaiki literasi dan pengembangan diri.

Untuk peserta didik dalam kurikulum merdeka khusus SMA bebas dalam menentukan pilihan mata pelajaran jurusan nantinya ketika di fase F atau kelas  11. Artinya sesuai dengan keinginan minat bakat serta kemampuan peserta didik akan melanjutkan kemana setelah Lulus SMA. Tentunya pilihan mata pelajaran ini harus benar-benar konsultasi dengan orangtua dan peran dari guru mapel atau wali kelas dan terutama guru bimbingan konseling.

Pembelajaran Sejarah

Di dalam Keputusan NOMOR 008/H/KR/2022 tentang capaian pembelajaran sejarah pada tingkat sekolah menengah. Dalam narasinya dijelaskan bahwa proses pembelajaran sejarah akan adanya pemahaman dan kesadaran sejarah mengenai peristiwa yang terjadi di Indonesia mulai dari masa asal usul nenek moyang hingga masa masa Pemerintahan  Reformasi adalah sebuah perjalanan panjang melintasi ruang dan waktu, dimana banyak terkandung pelajaran di dalamnya.Perjalanan sejarah Indonesia juga dipengaruhi oleh berbagai peristiwa  yang terjadi di dunia. Revolusi Besar Dunia, Perang Dunia I, Perang  Dunia II, Perang Dingin, dan Peristiwa Kontemporer Dunia sampai  Abad-21 adalah diantara peristiwa dunia yang berpengaruh secara  langsung atau tidak langsung dengan Indonesia.

Pada sisi yang lain ada perbedaan sedikit dalam Permedikbud nomor 7 tahun 2022 dengan NOMOR 008/H/KR/2022. Dalam permendikbud no 7 tahun 2022 disebutkan ruang lingkup pembelajaran sejarah mulai dari masa asal usul nenek moyang hingga Revolusi Besar Dunia, Perang Dunia I, Perang  Dunia II, Perang Dingin, dan Peristiwa Kontemporer Dunia sampai  Abad-21. Akan tetapi menurut aturan nomor NOMOR 008/H/KR/2022 tentang capaian pembelajaran sejarah yang ruang lingkup materi mulai dari masa asal usul nenek moyang hingga masa masa Pemerintahan  Reformasi. Sedikit berbeda akan tetapi masih dapat diperbaiki ditahun yang akan datang oleh pengampuh kebijakan pendidikan secara nasional melalui Kemendikbudristek

Transformasi  pengetahuan atas masa lalu untuk dikontekstualisasikan dalam  kehidupan kekinian, dan sebagai bahan proyeksi untuk masa depan,  sebagai upaya memperkuat jati diri manusia dalam dimensi lokal, nasional, dan global dilakukan melalui mata pelajaran Sejarah. Kemudian Lingkup Strandar Kecakapan dalam mata pelajaran Sejarah,  meliputi:  a. Keterampilan Konsep Sejarah (Historical Conceptual Skills) b. Keterampilan Berpikir Sejarah (Historical Thinking Skills) c. Kesadaran Sejarah (Historical Consciousness) d. Penelitian Sejarah (Historical Research) e. Keterampilan Praktis Sejarah (Historical Practice Skills).

Lingkup standar kecakapan dalam mata pelajaran sejarah dalam permendikbud  yang akan dicapai oleh peserta didik ke lima hal diatas dengan berbagai pendekatan khas sejarah seperti diakronis (kronologi) maupun sinkronis. Juga memberikan pengalaman belajar saintifik yang diperoleh melalui  tahapan mencari sumber (heuristik), kritik dan seleksi sumber  (verifikasi), analisis dan sintesis sumber (interpretasi), sampai  mengambil kesimpulan dan refleksi yang dituliskan secara  historiografi.

Guru Sejarah harus dapat belajar untuk membangun dan mengembangkan ide pembelajaran yang tertuang dalam Alur tujuan Pembelajaran. Sehingga nantinya dalam proses kegiatan belajar mengajar merefleksikan pembelajaran pada masayarakat saat ini. Guru sejarah harus kembali belajar memperkaya khasanah metode, strategi dan model pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.Tentunya model dan strategi sesuai ruang lingkup materi yang akan diajarkan.

Guru sejarah lagi-lagi harus belajar membuat konten media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Kemudian tersedianya sumber pembelajaran yang dimiliki oleh sekolah dan peserta didik. Memanfaatkan perpustakaan dan alat yang berupa gawai atau HP masih diperlukan dalam pembelajaran dikelas. Serta media pembelajaran melalui museum, prasasti atau benda bersejarah.

Capaian Pembelajaran

Capaian pembelajaran (learning outcomes) adalah suatu ungkapan tujuan pendidikan, yang merupakan suatu pernyataan tentang apa yang diharapkan diketahui, dipahami, dan dapat  dikerjakan oleh peserta didik setelah menyelesaikan suatu periode belajar. Capaian  pembelajaran adalah kemampuan yang diperoleh melalui internalisasi pengetahuan, sikap, keterampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja.( Tim KKNI;2015)

Di dalam kurikulum merdeka kita kembali diperkenalkan dengan istilah elemen pembelajaran dan capaian pembelajaran yang sebelumnya dalam kurikulum 2013 mengenal dengan istilah Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Dalam Permendikbud nomor 7 tahun 2022 dijelaskan Capaian pembelajaran yang menjadi tujuan belajar dari suatu unit pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a, dirumuskan dengan  mempertimbangkan karakteristik Peserta Didik dan sumber daya Satuan Pendidikan.

Untuk melaksanakan capaian pembelajaran tersebut Pelaksanaan pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Permendikbud nomor 7 tahun 2022  Pasal 2 ayat (2) huruf b diselenggarakan dalam suasana  belajar yang: a. interaktif; b. inspiratif; c. menyenangkan; d. menantang; e. memotivasi Peserta Didik untuk berpartisipasi aktif; dan f. memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,  kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis Peserta Didik.

Unsur sekolah mulai dari kepala sekolah, menajemen sekolah, guru, tenaga kependidikan serta orangtua siswa diupayakan melakukan kolaborasi. Membuat program sekolah sesuai dengan kesepakatan dan dijalankan secara berkolaborasi. Kurikulum Operasional Sekolah dibuat secara bersama-sama dan semua komponen harus menyetujui dan dilakukan secara bersama-sama. Kemudian diselipkan juga tata tertib siswa, peraturan akademik yang semuanya menyatu dalam kurikulum operasional sekolah. Pada kurikulum 2013 dikenal dengan istilah kurikulum tingkat satuan pendidikan.

Peran manajerial dari kepemimpinan kepala sekolah diharapkan menjadi seorang pemimpin yang mau mengakomodir kepentingan pendidikan dalam capaian pembelajaran yang dibuat dan yang akan dilakukan. Kepemimpinan kepala sekolah yang aktif dan efektif dalam membengkitkan dan membangun kesadaran bersama. Kepemimpinan yang tidak mencederai dengan ucapan yang menyinggung perasaan guru dan komponen sekolah lainnya.

Richard I. Arends menggambarkan dalam bukunya Learning to Teach. Leadership. In many ways, a contemporary teacher’s role is similar to those of leaders who work in other types of organizations. Leaders are expected to plan, to motivate others, to coordinate work so individuals can work interdependently, and to help formulate and assess important goals. Kepemimpinan. Dalam banyak hal, peran guru kontemporer mirip dengan peran pemimpin yang bekerja di jenis organisasi lain. Pemimpin diharapkan untuk merencanakan, memotivasi orang lain, untuk mengoordinasikan pekerjaan sehingga individu dapat bekerja secara saling bergantung, dan untuk membantu merumuskan dan menilai tujuan penting. ((Richard I. Arends; 2012))

Kurikulum Merdeka mengubah paradigma berfikir guru dan pemimpin sekolah untuk mau bekerja dan belajar sepanjang hayat. Dalam kurikulum merdeka ada capaian pembelajaran yang dikembangkan oleh guru dengan cara metoda dan strategi dalam mensinergikan dalam kegiatan pembelajaran. Guru menjadi pengajar dia menjadi pemimpin melodi pembelajaran dalam kelas untuk membangun nyanyian suara dan karya yang kreatif dan inovatif. Melalui ide dan gagasan yang saling berkoloborasi sesame peserta didik.

 

PROFIL SINGKAT

NAMAKU INDAR CAHYANTO DILAHIRKAN DI JAKARTA PADA TANGGAL 3 DESEMBER 1978. Pendidikan ku SDN CIRACAS 03 PAGI, SMPN 208 JAKARTA, SMAN 58 JAKARTA. Kemudian menyelesaikan gelar Sarjana Pendidikan pada FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Serta menyelesaikan gelar Magister Pendidikan pada Universitas IndraPrasta PGRI Jakarta pada tahun 2016 selesai.

Saat ini mengajar di SMA 25 Jakarta dan beraktivitas berorganisasi dalam Asosiasi Profesi Keahlian Sejenis PGRI Provinsi DKI JAKARTA. Kegiatan menulis ada di dalam ciracas58.blogspot.com.

Tag:
Nalar Lainnya
...
Dadan Supardan

Cerutu

Nalar Lainnya
...
ENDANG KOMARA

INDEPENDENSI ASN

...
Asep S. Muhtadi

Komunikasi Pembelajaran di Masa Pandemi

...
Prof. Dr Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., S.H.,M.H.,M.Si.

EKSISTING DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI JAWA BARAT

...
...
...