LIMA PILAR KEPEMIMPINAN ABAD 21

Penulis Ahmad Rusdiana

Dibaca: 203 kali

Ahmad Rusdiana

Oleh Ahmad Rusdiana

 

Mendengar kata pemimpin kita sering membayangkan mereka adalah bupati, gubernur, jenderal, pendeta, uskup, atau pimpinan partai. Padahal sebagian besar kita adalah pemimpin atau berpotensi menjadi pemimpin seperti sebagai kepala rumah tangga, ketua kelompok arisan, mengorganisasi sebuah tim kecil, menjaga suasana tenang di rumah dan sebagainya. Ungkapan tersebut, relevan dengan potongan hadist, Rasullah bersabda; "...... Setiap kalian adalah pemimpin dan akan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (H.R.Muslim No.3408).

Dalam pandangan Islam, tanggung jawab kepemimpinan ialah suatu hal yang penting dan perlu dibahas, karena setiap dari kita merupakan pemimpin dan perlulah memahami konteks kepemimpinan yang sesuai dengan posisinya. Dalam Hadits di atas sangat jelas menerangkan tentang kepemimpinan setiap orang muslim dalam berbagai posisi dan tingkatannya. Mulai dari tingkatan pemimpin rakyat sampai tingkatan penggembala, bahkan sebenarnya tersirat sampai tingkatan memimpin diri sendiri. Semua orang pasti memiliki tanggung jawab dan akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT. atas kepemimpinanya kelak di akhirat.

Para ahli memaknai "Kepemimpinan adalah seni untuk mengkoordinasikan dan memberikan dorongan terhadap individu atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diinginkan"(John Pfiffner). Kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan tugas dari anggota kelompok. (Stoner) Kepemimpinan adalah suatu hubungan dua orang atau lebih di mana yang satu mempengaruhi yang lain untuk tercapainya tujuan bersama. (Ivancevich). Kepemimpinan adalah hubungan kerja yang efisien antara pemimpin dan yang berkepentingan dengan pemimpin/konstituen. (Kouzes &Posner).

Dari berbagai definisi tersebut dapat dipetik kata-kata kunci: mempengaruhi, memotivasi, tujuan. Kata kunci utama adalah mempengaruhi, ternyata sama seperti yang dikemukakan oleh Maxwell (2013) Leadership is influence. (Kepemimpinan adalah pengaruh). Ken Blanchard menyatakan "The key to successful leadership is influence, not authority” (Kunci kepemimpinan yang sukses adalah pengaruh, bukan otoritas). Dari berbagai teori seperti The Leadership Triad yang di kemukan oleh Dale E Zand, survey dari Kouzes dan Posner (1993), karakteristik para pemimpin besar serta pengalaman lainnya, dibuatlah sintesa yang dinyatakan dalam 5 pilar kepemimpinan untuk menjadi pemimpin yang bermutu, yaitu: Kekuasaan. Kompetensi. Kredibilitas. Kemauan dan semangat Keberanian. (Johanes Djohan, 2016). Masing-masing pemimpin memiliki kekuatan pilar yang berbeda, dan masing-masing organisasi juga memerlukan kekuatan pilar yang berbeda sesuai dengan karakteristik organisasinya. Kelima pilar tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi sehingga merupakan suatu sistem. Untuk memudahkan mengingat, penulis membuat huruf depan pilar-pilar tersebut dengan huruf "K", sehingga menjadi 5K. duraikan sebagai berikut:

Pertama Kekuasaaan (K-1); Untuk bisa menggerakkan orang lain, maka pemimpin harus memiliki kekuasaan. Tanpa kekuasaan maka pemimpin tidak bisa berbuat apa-apa. Kekuasaan berarti kemampuan untuk menyuruh orang lain agar berbuat sesuatu atau tidak berbuat, memeriksa, memutuskan, membuat agenda. Kekuasaan dibagi menjadi dua, yaitu kekuasaan yang berasal dari organisasi dan kekuasaan yang berasal dari individu.

Kedua Kompetensi (K-2); Dalam pengertian sempit dan praktis, kompetensi sering dimaknai sebagai pengetahuan dan keterampilan. Dalam arti luas kompetensi adalah segala bentuk tentang motif, sikap, pengetahuan, keterampilan, perilaku, atau karakteristik pribadi lain yang penting untuk melaksanakan atau yang membedakan antara kinerja rata-rata dan superior.

Ketiga Kredibilitas (Credibility) (K-3); Kredibilitas, atau sifat dapat dipercaya, jauh melebihi rasa suka atau persahabatan. Kredibilitas membuat yang dipimpin rela meletakkan nasib mereka pada pemimpin. Kredibilitas akan menimbulkan hubungan kerja yang efisien antara pemimpin dan yang dipimpin, meningkatkan keeratan hubungan dan meningkatkan produktivitas.

Keempat Kemauan dan Semangat (K-4); Kemauan dan semangat saling mempengaruhi seperti dua sisi dalam satu mata uang. Kemauan bukanlah segalanya, namun tanpa kemauan segalanya tidak akan ada. Jika seorang pemimpin menjangkau orang lain dengan penuh semangat maka dia juga akan disambut dengan penuh semangat. Tak satu pun yang dapat menggantikan semangat dalam kehidupan seorang pemimpin.

Kelima Keberanian (K-5); Keberanian berarti kemampuan bertahan dari rasa khawatir dan rasa takut. Ada dua jenis keberanian pemimpin, yaitu keberanian internal dan keberanian eksternal.

Pada prisipnya, dalam pandangan Islam, seorang pemimpin adalah orang yang diberi amanat oleh Allah SWT. untuk memimpin rakyat (amanahnya), yang di akhirat kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah. Walaupun demikian, seorang pemimpin tersebut bisa saja meloloskan diri dari tanggung jawabnya, namun apabila ia ingat akan posisinya dan amanah yang diembannya serta memiliki iman yang kuat, maka tidak mungkin ia dapat meloloskan dirinya. Maka perteballah iman dan perluaslah ilmu kita, agar kita sebagai khalifah di muka bumi ini dapat menjalankan amanah yang Allah berikan sesuai dengan tempatnya.

Wallahu A'lam Bishowab

 

Penulis:

Ahmad Rusdiana, Founder tresnabhakti.org, pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti, Pengampu mata kuliah manajemen pendidikan; Penulis buku: Kepemimpinan Pendidikan; Kebijakan Pendidikan; Etika Komunikasi Organisasi; Manajemen Risiko, Kewirausahaan Teori dan Praktek; Manajemen Kewirausahaan Pendidikan; Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pendidik, Peneliti, dan Pengabdi; Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al Misbah Cipadung Bandung yang mengembangkan pendidikan Diniah, RA, MI, dan MTs, sejak tahun 1984, serta garapan khusus Bina Desa, melalui Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Tresna Bhakti, yang didirikannya sejak tahun 1994 dan sekaligus sebagai Pendiri Yayasan, kegiatannya pembinaan dan pengembangan asrama mahasiswa pada setiap tahunnya tidak kurang dari 70 mahasiswa di Asrama Tresna Bhakti Cibiru Bandung. Membina dan mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) TK TPA Paket A B C. Rumah Baca Tresna Bhakti sejak tahun 2007 di Desa Cinyasag Kecamatan  Panawangan Kab. Ciamis Jawa Barat. Korespondensi :(1) http://a.rusdiana.id (2) http://tresnabhakti.org/webprofil;  (3) http://digilib.uinsgd.ac.id/view/creators (4) https://www.google.com/search?q=buku+ a.rusdiana +shopee&source (5) https://play.google.com/store/books/author?id.

Tag:
Nalar Lainnya
...
Dadan Supardan

Semangat Revitalisasi di Mata Angkie

Nalar Lainnya
...
ENDANG KOMARA

INDEPENDENSI ASN

...
Asep S. Muhtadi

Komunikasi Pembelajaran di Masa Pandemi

...
Prof. Dr Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., S.H.,M.H.,M.Si.

EKSISTING DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI JAWA BARAT

...
...
...