MAKNA HARI RAYA IDUL FITRI MERUPAKAN LIMPAHAN RAHMAT BAGI UMAT ISLAM

Penulis: A. Rusdiana

Dibaca: 234 kali

A. Rusdiana

Oleh  A. Rusdiana

 

 

TAK TERASA, waktu berjalan begitu cepatna, kita baru saja berpisah dengan bulan Ramadhan. Kini kita sudah berada pada 1 Syawal. Untuk sebagian orang momen Idul Fitri menjadi hari yang spesial karena bisa berkumpul dengan keluarga. Apalagi untuk para perantau dan jauh dari orangtua, di saat Lebaran bbisa melepas rindu dengan orang tersayang dijamin bisa membuat rasa lelah setelah bekerja jadi hilang. Manusia terlahir tanpa beban kesalahan apa pun. Tiap insan lahir suci tanpa noda dan dosa. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda dalam sebuah hadis, "Setiap kelahiran itu adalah fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan (anak-anak mereka) Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi." Idul Fitri ini juga populer dengan sebutan Lebaran. Lebaran berasal dari akar kata lebar yang maknanya tentu agar di hari raya kita harus berdada lebar (lapang dada). Sifat lapang dada untuk meminta dan sekaligus memberi maaf (al-‘afwu: menghapus, yakni menghapus kesalahan) kepada sesama.

Makna Idul Fitri bagi setiap orang akan memiliki arti yang berbeda. Selain jadi waktu untuk berkumpul dengan keluarga, Idul Fitri juga memberikan makna hari suci untuk membersihkan segala kesalahan. Baik itu kesalahan yang kamu lakukan ataupun orang lain lakukan untuk kamu. Momen hari suci ini juga memberikan limpahan rahmat untuk umat muslim, yuk pahami seperti apa saja makna Idul Fitri itu:

Pertama: Sbagai Ungkapan Rasa Syukur; Datangnya momen Lebaran selalu disambut suka cita oleh umat muslim. Nggak heran, karena hari raya ini memberikan arti penting tersendiri untuk masing-masing orang. Apalagi setelah menjalani puasa selama satu bulan penuh, akan ada beberapa perubahan yang terjadi dalam diri umat muslim. Menahan haus, lapar, amarah, dan segala hawa nafsu harus dilalui selama bulan Ramadhan. Dalam 30 hari itu, bisa menjadi momen untuk umat muslim dalam melakukan introspeksi diri. Merasakan beberapa kondisi yang di luar kebiasaan sehari-hari mungkin ngga selalu berjalan lancar. Dengan datangnya Lebaran, membuat bisa merasa lebih bersyukur dengan segala hal yang kita. Makna ini akan menimbulkan perasaan menghargai segala yang kamu miliki dan bisa memancing perasaan untuk lebih peduli dengan sesama.

Kedua: Kembali Menjadi Suci; Ungkapan tersebut bukan hanya sekedar kata kata, kembali ke suci bisa diartikan seseorang kembali bersih secara jiwa dan raga. Saat momen Lebaran, akan dimanfaatkan umat muslim untuk saling memaafkan. Biasanya masing-masing orang akan memulai permintaan maaf dari mulai orangtua, keluarga, dan sahabat-sahabat. Meskipun permintaan maaf bisa dilakukan kapan saja, namun meminta maaf di momen ini memberikan makna yang begitu spesial. Dengan saling memaafkan, kamu bisa membersihkan hati dari segala dendam dan perasaan pahit lainnya. Diharapkan kamu dan orang di sekitarmu bisa menjalani hari lebih ringan tanpa ada beban kesalahan. Itulah mengapa disaat Idul Fitri penting untuk meminta maaf kepada orang di sekitarmu.

Ketiga: Hari Kemenangan; Kemenangan bisa dirasakan ketika sudah berjuang dan berhasil mendapatkan sesuatu; Untuk meraihnya tentu ada pengorbanan dan usaha yang kamu lakukan. Begitu juga dengan hari raya Idul Fitri. Setelah berpuasa selama 30 hari penuh dan menghilangkan segala hal negatif, kamu bisa meraih kemenanganmu di hari raya Idul Fitri. Oleh karena itulah salah satu sunah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah makan atau minum walaupun sedikit. Hal ini untuk menunjukkan bahwa hari raya Idul Fitri 1 Syawal itu waktunya berbuka dan haram untuk berpuasa.

Keempat: Meleburkan Dosa; Salah satu makna istimewa dari Idul Fitri adalah meleburkan dosa. Kata lebur ini mungkin akan mengingatkan mu dengan istilah Lebaran. Yaps, kamu nggak salah kok. Lebaran berasal dari istilah Jawa yang berarti lebar-lebur-luber-labur. Lebar artinya seseorang akan bisa terlepas dari kemaksiatan. Lebur artinya lebur dari dosa. Luber artinya luber dari pahala, luber dari keberkahan, luber dari rahmat Allah SWT. Labur artinya bersih sebab bagi orang yang benar-benar melaksanakan ibadah puasa, maka hatinya akan dilabur menjadi putih bersih tanpa dosa. Selain itu, saat Lebaran terdapat hidangan khas yaitu ketupat. Dalam istilah Jawa, ketupat diartikan dengan ngaku lepat alias mengaku kesalahan, bentuk segi empat dari ketupat mempunyai makna kiblat papat lima pancer yang berarti empat arah mata angin dan satu pusat yaitu arah jalan hidup manusia di mana pusatnya adalah Allah SWT.

Alangkah ruginya jika umat Islam tak memanfaatkan mudik untuk mengonstruksi hablun minannas dengan saksama dan optimal. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan halalbihalal, yang merupakan tradisi khas bangsa, yang telah diwariskan oleh nenek-moyang sejak bertahun-tahun. Barangkali ‘lembaga’ ini bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk wadah silaturahim masyarakat. Dengan catatan tidak mementingkan pesta dan hura-huranya, akan tetapi lebih mengutamakan pendekatan kekeluargaan yang diwarnai kasih sayang di antara sesama insan.

Semoga kita bisa dapat menjaga fitrah. Minal ‘aidin wal faizin (artinya: mudah-mudahan kita termasuk yang kembali ke fitrah dan jadi orang-orang yang sukses).

Wallahu A’lam Bissowab

 

 

Penulis

Ahmad Rusdiana, Lahir di Ciamis, 21 April 1961. Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Peneliti Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) sejak tahun 2010 sampai sekarang. Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al-Misbah Cipadung-Bandung yang mengembangkan pendidikan Diniah, RA, MI, dan MTs, sejak tahun 1984, serta garapan khusus Bina Desa, melalui Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Tresna Bhakti, yang didirikannya sejak tahun 1994 dan sekaligus sebagai Pendiri Yayasan, kegiatannya pembinaan dan pengembangan asrama mahasiswa pada setiap tahunnya tidak kurang dari 50 mahasiswa di Asrama Tresna Bhakti Cibiru Bandung. Membina dan mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) TK-TPA-Paket A-B-C. Pegiat Rumah Baca Masyarakat Tresna Bhakti sejak tahun 2007 di Desa Cinyasag Kecamatan. Panawangan Kabupaten. Ciamis Jawa Barat. Karya Lengkap sd. Tahun 2022 dapat di akses melalui:

(1)http://digilib.uinsgd.ac.id/view/creators.2)https://www.google.com/search?q=buku+a.rusdiana+shopee&source(3)https://play.google.com/store/books/author?id=Prof.+DR.+H.+A.+Rusdiana,+M.M.

 

Tag:
Nalar Lainnya
...
Dadan Supardan

Semangat Revitalisasi di Mata Angkie

Nalar Lainnya
...
ENDANG KOMARA

INDEPENDENSI ASN

...
Asep S. Muhtadi

Komunikasi Pembelajaran di Masa Pandemi

...
Prof. Dr Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., S.H.,M.H.,M.Si.

EKSISTING DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI JAWA BARAT

...
...
...