MEMBANGUN TIM SUKSES DENGAN MODEL HACKMAN: Peluang Alternatif Menuju Keunggulan Kompetetitif di Era penuh tantangan dan ketidak pastian

Penulis Ahmad Rusdiana

Dibaca: 137 kali

Ahmad Rusdiana

Oleh Ahmad Rusdiana

 

SUKSES tidaknya atau berhasil tidaknya sebuah organisasi sangat tergantung pada kemampuan timnya dalam menghadapi perubahan yang cepat dan tidak terduga. Apalagi saat ini semua organisasi/perusahaan dihapkan pada era penuh tantangan dan ketidakpastian yang seringkali disebut sebagai VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Oleh karena itu, membangun tim sukses menjadi hal yang sangat penting untuk menjamin keberhasilan organisasi di era ini. Salah satu model yang dapat digunakan untuk membangun tim sukses adalah model Hackman's Model of Team Effectiveness. merupakan teori tentang bagaimana membangun tim yang efektif dan sukses.

Model ini dikembangkan oleh J. Richard Hackman, seorang profesor psikologi di Harvard University yang mempelajari psikologi organisasi dan manajemen. J. Richard Hackman memulai karirnya sebagai profesor psikologi di Yale University pada tahun 1968. Selama bertahun-tahun, ia melakukan penelitian tentang psikologi organisasi dan manajemen, dan mempublikasikan berbagai makalah dan buku tentang topik ini. Pada tahun 1980-an, Hackman mengembangkan modelnya tentang faktor-faktor yang diperlukan untuk membangun tim yang sukses, yang kemudian dikenal sebagai Model Hackman terdiri dari lima indikator utama yaitu: Real Team, Compelling Direction, Enabling Structure, Supportive Context, dan Expert Coaching. tampak pada gambar berikut:

Gambar: 1  Hackman's Model of Team Effectiveness

Sumber: Foto oleh Atlassian

Gambar 1 Model Hackman atau Hackman's Model of Team Effectiveness mereprentasi teori tentang bagaimana membangun tim yang efektif dan sukses. Model ini dikembangkan oleh J. Richard Hackman, seorang profesor psikologi di Harvard University yang mempelajari psikologi organisasi dan manajemen.

Pertama: Real Team. Sebuah tim yang sukses harus terdiri dari individu yang memiliki keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama. Dalam hal ini, seorang pemimpin harus mampu membentuk tim dengan memilih anggota yang memiliki kemampuan yang saling melengkapi dan bisa bekerja sama secara efektif. Dalam konteks suksesi kepemimpinan pada tahun 2023-2024, membangun sebuah tim sukses yang solid dan terpercaya akan menjadi sangat penting bagi organisasi untuk dapat melanjutkan visi dan misinya secara berkesinambungan.

Kedua: Compelling Direction. Sebuah tim harus memiliki visi dan tujuan yang jelas, dan semua anggota tim harus memahami dan menerima tujuan tersebut. Seorang pemimpin harus mampu menyampaikan tujuan organisasi dengan jelas dan meyakinkan, sehingga setiap anggota tim memiliki motivasi dan semangat untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini akan membantu tim untuk fokus dan bekerja secara efektif dalam mencapai tujuan organisasi.

Ketiga: Enabling Structure. Sebuah tim sukses memerlukan struktur dan sistem yang mendukung. Dalam hal ini, pemimpin harus memastikan bahwa setiap anggota tim memiliki peran yang jelas, tugas yang terdefinisi dengan baik, dan sumber daya yang cukup untuk menyelesaikan tugas tersebut. Selain itu, struktur organisasi harus mendukung kolaborasi dan komunikasi yang efektif antar anggota tim.

Keempat: Supportive Context. Sebuah tim sukses memerlukan lingkungan kerja yang mendukung. Dalam hal ini, pemimpin harus menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan anggota tim. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan dukungan, memperhatikan kesejahteraan anggota tim, dan memastikan bahwa tim memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.

Kelima Expert Coaching. Seorang pemimpin harus mampu memberikan arahan dan dukungan yang diperlukan bagi anggota tim dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam hal ini, pemimpin harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam memberikan bimbingan dan dukungan kepada anggota tim. Selain itu, pemimpin juga harus mampu memberikan umpan balik yang konstruktif dan membantu anggota tim untuk berkembang secara profesional.

Dengan menggunakan lima indikator utama dari model Hackman, memprioritaskan pada Real Team. "individu yang memiliki keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang berbeda" itulah mungkin yang dapat saya sebut dengan Human Capital. (Baca https://uinsgd.ac.id/wp-content/uploads/2022/12/Naskah-Pidato-Pengukuhan-Prof-A-Rusdiana.pdf). Pemimpin dapat membangun tim yang solid dan terpercaya, yang memiliki visi dan tujuan yang jelas, dan didukung oleh struktur dan lingkungan kerja yang mendukung. Selain itu, pemimpin juga harus memiliki keterampilan dalam memberikan bimbingan dan dukungan kepada anggota tim, sehingga mereka dapat berkembang secara profesional dan mencapai tujuan organisasi dengan lebih efektif. Strategi Rasulullah dalam mengatasi krisis yang paling ampuh ialah selalui memulai dari diri sendiri. Prinsip ini tertuang dalam hadits singkat: (mulailah dari diri sendiri).

Strategi mengatasi krisis model ini cukup berhasil tidak terlepas dari beberapa faktor. utamanaya, kualitas moral-personal yang prima, yang dapat disederhanakan menjadi empat sebagai sifat wajib bagi Rasul, yakni: siddiq, amanah, tabligh, dan fahtanah: jujur, dapat dipercaya, menyampaikan apa adanya, dan cerdas. Keempat sifat ini membentuk dasar keyakinan umat Islam tentang kepribadian Rasul saw. Kehidupan Muhammad sejak awal hingga akhir memang senantiasa dihiasi oleh sifat-sifat mulia ini. Bahkan sebelum diangkat menjadi Rasul, ia telah memperoleh gelar al-Amin (yang sangat dipercaya) dari masyarakat pagan Makkah.

Pentingnya kualitas moral yang prima ini kembali ia tekankan setelah menjadi utusan Tuhan dalam haditsnya: "Dari Abu Hurairah, Rasul saw. bersabda: Sesungguhnya aku diutus guna menyempurnakan kebaikan akhlak. (H.R. Ahmad, 8595).

Endingnya: ibda’ binafsik (Solusi Praktis dalam Mengatasi Krisis Multi Dimensional).

Wallahu A'lam Bishowab.

Penulis:

Ahmad Rusdiana, Pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti, Pengampu mata kuliah manajemen Kewirausahaan pendidikan; Penulis buku: Kewirausahaan Teori dan Praktek; Manajemen. Manajemen Kewirausahaan Pendidikan; Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pendidik, Peneliti, dan Pengabdi; Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al Misbah Cipadung Bandung yang mengembangkan pendidikan Diniah, RA, MI, dan MTs, sejak tahun 1984, serta garapan khusus Bina Desa, melalui Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Tresna Bhakti, yang didirikannya sejak tahun 1994 dan sekaligus sebagai Pendiri Yayasan, kegiatannya pembinaan dan pengembangan asrama mahasiswa pada setiap tahunnya tidak kurang dari 70 mahasiswa di Asrama Tresna Bhakti Cibiru Bandung. Membina dan mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) TK TPA Paket A B C. Rumah Baca Tresna Bhakti sejak tahun 2007 di Desa Cinyasag Kec.n. Panawangan Kab.Ciamis Jabar. Karya lengkap dapat diakses melalui: https:(1)//a.rusdiana.id(2)http://tresnabhakti.org/webprofil

(3)http://digilib.uinsgd.ac.id/view/creators (4) https://www.google.com/search?q=buku+ a.rusdiana +shopee&source (5) https://play.google.com/store/books/author?id.

 

Tag:
Nalar Lainnya
...
Dadan Supardan

Semangat Revitalisasi di Mata Angkie

Nalar Lainnya
...
ENDANG KOMARA

INDEPENDENSI ASN

...
Asep S. Muhtadi

Komunikasi Pembelajaran di Masa Pandemi

...
Prof. Dr Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., S.H.,M.H.,M.Si.

EKSISTING DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI JAWA BARAT

...
...
...