MENGENAL DUNIA VOLATILITY, UNCERTAINTY, COMPLEXITY, AMBIGUITY (VUCA): Solusi untuk menghadapi tantangan yang penuh kontradiksi dan ketidakpastian*)

Penulis Ahmad Rusdiana

Dibaca: 144 kali

Ahmad Rusdiana

Oleh Ahmad Rusdiana

 

Dunia saat ini sudah penuh dengan kekacauan dan pergolakan. Ketidakpastian memiliki menjadi urutan pertama hari ini. Segala sesuatu di sekitar kita tampaknya terus berubah. Semua terjebak dalam pusaran siklon perubahan yang tiada henti. Keberadaan jenis manusia itu sendiri dalam keadaan keseimbangan dinamis, sehingga untuk mengatakan. Kita sebagai spesies berjuang dan berjuang untuk bertahan hidup di dunia yang paling baik dapat dideskripsikan secara ringkas oleh akronim empat huruf yang disebut VUCA (Volatile, Tidak pasti, Kompleks, Ambigu). VUCA di era industri 4.0 tetap berlaku pada era society 5.0. Fenomena ini menjadikan tertekannya perusahaan akibat gangguan VUCA  terjadi di berbagai industri. Namun sayangnya, banyak pelaku ekonomi yang  belum menyadari bahwa mereka sudah berada di garis depan dari titik kritis kelangsungan hidup. Dari titik ini rupanya dunia pada umumnya dan dunia usaha pada khususnya dituntut untuk berpikir ulang menyusun strategi konkret untuk mengatasi tantangan yang ditawarkan oleh ini empat gelombang karakteristik dominan menyapu lingkungan. Maka tidak mengherankan, jika kesadaran akan komplikasi VUCA baru saja terlihat, biasanya sudah terlambat untuk merespons dan kerusakan tidak dapat dihindari. Manajer harus bersikap tidak konvensional. Keterampilan dan pengetahuan yang dulunya menjadi andalan  mungkin sudah tidak relevan lagi. Sebagian besar tenaga kerja sebelumnya mungkin saja sekarang justru dapat menjadi beban bagi perusahaan.

Istilah VUCA muncul dalam teori kepemimpinan Warren Bennis dan Burt Nanus pada 1987, yang kemudian digunakan dalam pelatihan kepemimpinan militer di US Army War College untuk menggambarkan situasi politik-keamanan yang berubah cepat di era 1990-an, dari keruntuhan Soviet hingga Perang Teluk. Sejak itu, VUCA juga digunakan dalam pelatihan kepemimpinan bisnis sebagai salah satu keterampilan yang harus dikuasai dalam perencanaan strategis. Sekarang, sekolah-sekolah bisnis menawarkan sertifikasi VUCA.

VUCA bukanlah situasi baru bagi dunia usaha. Para pemimpin organisasi dihadapkan pada lingkungan yang  berubah dan tidak dapat diprediksi. Setelah adanya krisis di COVID-19, membuat  VUCA ini semakin intens dan sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Pemimpin bisnis tidak hanya menghadapi era kehancuran digital yang mengguncang struktur pasar dan melemahkan industri lama, tetapi juga menghadapi wabah  yang telah menewaskan lebih dari 3 juta orang dan menjerumuskan negara ke dalam  resesi dan masa depan bisnis menjadi semakin tidak pasti. 

Untuk mengenal VUCA: Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity, keadaan di mana perubahan terjadi penuh dengan ketidak pastian. Deepti Sinha & Sachin Sinh (2020) dalam jurnalnya Managing in a VUCA World: Possibilities and Pitfalls, dibangun atas 4 komponen: 

Pertama: Volatility/Volatilitas: Volatilitas ditandai dengan munculnya  tantangan baru yang penyebabnya sulit ditentukan. Tidak ada pola yang konsisten untuk tantangan baru ini. Mereka berubah sangat cepat. Satu ancaman di dua tahun lalu sekarang dapat digantikan oleh yang lain. Pada peristiwa ini tidak tahu apa yang seharusnya menjadi penyebab masalahnya. Apa yang dimaksudkan sebagai inisiatif  solusi ternyata justru  sebaliknya. Perubahan-perubahan yang terjadi saat ini bisa dikatakan berada pada kecepatan yang tidak dapat diperkirakan. Frekuensi, besar maupun perkiraan perubahan tersebut tidak dapat ditebak, maka dari itu, hal ini yang menjadi penyebab akan ketidakstabilan. Volatilitas tidak hanya terjadi pada bidang teknologi maupun bisnis, namun juga sosial, ekonomi juga. Faktor-faktor inilah yang mempengaruhi laju perubahan.

Kedua Uncertainty/Ketidakpastian. adalah tragedi tragis bagi para pebisnis. Kecemasan lingkungan adalah kondisi umum dalam dunia bisnis yang suka atau tidak suka menjadi bagian  dari kehidupan sehari-hari. Dalam proses untuk mencapai tujuan, ketidak pastian akan selalu ditemukan di setiap tahapnya. Ketidak pastian dapat dikendalikan  dengan informasi. Semakin banyak informasi dan pemahaman yang dikumpulkan, semakin kecil kemungkinan suatu ketidak pastian akan muncul. Namun, meskipun banyaknya informasi telah dikumpulkan sebagai bentuk antisipasi, ada banyak variabel yang tidak dapat diketahui yang mampu mempengaruhi hasil. Ada banyak batasan yang tidak dapat ditembus sehingga tercipta variabel-variabel tidak terduga tersebut.

Ketiga: Complexity/Kompleksitas muncul seiring dengan perkembangan yang terus terjadi. Semakin banyak pembangunan yang dilakukan, semakin berlapis komponen-komponen yang mengisi, semakin kompleks juga hal yang dihadapi. Kompleksitas dalam  lingkungan VUCA sulit untuk secara langsung memahami penyebab masalah. Itulah sebabnya kompleksitas dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain munculnya pesaing baru, gangguan teknologi, perubahan pola konsumsi, regulasi yang kompleks, perubahan pola rantai pasok, dan masih banyak faktor lainnya.

Keempat: Ambiguity/Keunikan; sama dengan “membingungkan atau menyesatkan”. Ini dapat dibandingkan dengan melihat melalui kaca buram. Pada masa ini, sulit menemukan suatu keputusan yang jelas mengarah pada satu titik. Akan selalu ada dua sisi dari hal apapun itu. Berbeda dengan ketidak pastian, ambiguitas lebih mengacu kepada pesan yang disampaikan oleh informasi yang diperoleh. Informasi yang didapat tidak mengacu kepada satu tujuan; maka di situlah dapat dikatakan adanya ambiguitas. Sementara itu ketidak pastian lebih berpengaruh terhadap ada atau tidaknya informasi yang dapat mempengaruhi hasil yang ingin dicapai.

Organisasi zaman baru dihadapkan dengan tantangan yang penuh dengan kontradiksi dan ketidakpastian. Manajerial pengambilan keputusan mempertanyakan esensinya dari sistem nilai. Pengambilan keputusan bukanlah tugas yang mudah tetapi hari ini menjadi jauh lebih sulit. Keberanian untuk menghadapi konsekuensi dan kesiapan untuk berkomitmen kesalahan adalah bahan penting dari pengambilan keputusan hari-hari ini. Ada garis tipis perbedaan antara 'ketidakpastian' dan 'ambiguitas'. Ketidakpastian mengacu pada hal itu keadaan keberadaan ketika informasi yang bersangkutan hilang. Di sisi lain, ambiguitas adalah ketika terlepas ketersediaan informasi yang bersangkutan, ada total tidak adanya pesan bermakna yang terpancar dari massa informasi. Ambiguitas biasanya merupakan produk sampingan dari informasi yang berlebihan. Ada ko-eksistensi dari ketidakpastian dan ambiguitas yang berlaku di kontemporer waktu.

Metode ini  dapat diandalkan sampai  lingkungan VUCA (volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, ambiguitas) terjadi. Dikerenakan volatilitas mengacu pada perubahan yang  cepat dan singkat. Karena itu perubahan yang cepat dan pesat, para pelaku bisnis sulit untuk memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.

Wallahu A'lam Bishowab.

__________________

*) Tulisan ini merupakan Penguatan wawasan Kewirausahaan dalam mendukung "Ingin Jadi Manajer Kewirausahaan  Sukses?"

Penulis:

Ahmad Rusdiana, Pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti, Pengampu mata kuliah Manajemen Strategis; Manajemen Kewirausahaan pendidikan; Penulis buku: Manajemen Strategis; Manajemen Kewirausahaan Teori dan Praktek; Manajemen Kewirausahaan Pendidikan; Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pendidik, Peneliti, dan Pengabdi; Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al Misbah Cipadung Bandung yang mengembangkan pendidikan Diniah, RA, MI, dan MTs, sejak tahun 1984, serta garapan khusus Bina Desa, melalui Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Tresna Bhakti, yang didirikannya sejak tahun 1994 dan sekaligus sebagai Pendiri Yayasan, kegiatannya pembinaan dan pengembangan asrama mahasiswa pada setiap tahunnya tidak kurang dari 70 mahasiswa di Asrama Tresna Bhakti Cibiru Bandung. Membina dan mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) TK TPA Paket A B C. Pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti sejak tahun 2007 di Desa Cinyasag Kecamatan. Panawangan Kabupaten. Ciamis Jawa Barat. Karya Lengkap sd. Tahun 2022 dapat di akses melalui: (1) http://digilib.uinsgd.ac.id/view/creators. (2) https://www.google.com/search? q=buku+ a.rusdiana+shopee&source (3) https://play.google.com/store/ books/ author?id.

 

 

 

Tag:
Nalar Lainnya
...
Dadan Supardan

Semangat Revitalisasi di Mata Angkie

Nalar Lainnya
...
ENDANG KOMARA

INDEPENDENSI ASN

...
Asep S. Muhtadi

Komunikasi Pembelajaran di Masa Pandemi

...
Prof. Dr Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., S.H.,M.H.,M.Si.

EKSISTING DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI JAWA BARAT

...
...
...