PERSIAPKAN RAMADHAN DENGAN ILMU: Agar Puasa Tidak Hanya Mendapat Lapar dan Haus

Penulis Ahmad Rusdiana

Dibaca: 169 kali

Ahmad Rusdiana

Oleh Ahmad Rusdiana

 

Hanya tinggal hitungan 1 hari hari kedepan Insya Allah Ramadhan 2023 akan segera tiba. Seperti yang kita tahu bahwa bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pintu surga akan dibuka dan pintu neraka akan ditutup pada bulan ini. Bahkan, setan akan dibelenggu. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:  "Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan." (HR Ahmad).

Bulan suci ramadhan disebut sebagai bulan yang mulia dan merupakan bulan yang sangat ditunggu kedatangannya oleh kaum muslim mengingat datangnya bulan ramadhan hanya sekali dalam satu tahun. Banyak hal yang menjadikan Ramadhan sebagai bulan yang mulia, di antaranya adalah bulan pengampunan dosa, dibukanya pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka, dilipatgandakannya pahala-pahala ibadah, terbuka kesempatan untuk meraih lailatul qadr, dan kemulian lainnya. Dengan melimpahnya keutamaan bulan Ramadhan, datangnya bulan Ramadhan sudah seharusnya menjadi kabar gembira buat kita semua sekaligus menjadi motivasi agar kita tidak menyia-nyiakannya.

Dalam sebuah riwayat hadis dinyatakan bahwa ketika datang bulan Ramadhan, Rasulullah SAW., menyampaikan kabar gembira kepada para sahabatnya. Beliau bersabda: “Ramadhan telah mendatangi kalian. Bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa. Pada bulan ini  pintu langit dibuka, pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup, dan para setan dibelenggu. Pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka terhalangi dari kebaikan.” (HR. Ahmad).

Ada beberapa hal yang mesti dipersiapkan untuk menyambut bulan suci Ramadhan, antara lain:

Pertama; yang harus hadir dalam diri adalah rasa syukur kepada Allah bahwa kita masih diberi kesempatan sekali lagi untuk bisa merasakan manisnya beribadah di bulan Ramadhan. Doa untuk menyambut bulan suci ramadhan Selain doa yang biasa kita ucapkan sejak bulan rajab, yaitu:

1. Doa memohon dipertemukan bulan Ramadan

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”

2. Doa yang diucapkan satu hari sebelum Ramadan

Bisa juga membaca seperti bacaan doa para sahabat, yaitu:

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”

3. Doa sambut Ramadan saat melihat hilal

Doa ini dibaca setelah melihat hilal bulan Ramadan sebagaimana dikutip dari Imam Nawawi.

Artinya: "ya Allah jadikanlah hilal itu bagi kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, dan membawa taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan), adalah Allah.” (HR. Ahmad)

Kedua: adalah niat dan tekad yang kuat untuk bisa memaksimalkan ibadah serta kesadaran bahwa Ramadhan hanya sebentar, oleh karenanya tidak elok ketika kita hanya rajin di awal namun menyia-nyiakannya setelah beberapa hari berlalu.

Akidah yang benar, niat yang benar dan tata cara melakukan puasa dengan benar, ketiganya tidak dapat diketahui kecuali dengan mempelajari dan mengkaji ilmu agama.

Puasa adalah ibadah yang istimewa, Karena Allah sendiri yang akan memberikan balasan akan ibadah puasa. Berbeda dengan ibadah lain yang biasanya sudah ditentukan kadar pahala yang akan didapat, seperti 10 kali, 100 atau bahkan 700 kali lipat.

Imam an Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan, hal itu dikarenakan begitu besarnya pahala ibadah puasa dan begitu agung keutamaannya. Hanya Allah yang mengetahui seberapa besar pelipatgandaan pahala bagi orang yang menjalankan ibadah.

Hah ketiga; selain itu, setiap muslim seyogyanya melengkapi dirinya dengan ilmu terutama tentang fiqh Ramadhan untuk menyempurnakan setiap ibadah yang dilakukannya. Sebagai tambahan, akan lebih baik lagi kalau setiap muslim punya rencana dan target agar pelaksanaan ibadah Ramadhan lebih teratur.

Imam al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari menyebutkan salah satu bab dengan judul Bab al ‘Ilmi Qabla al Qaul wa al ‘Amal. Pendapat tersebut menunjukkan bahwa kita diwajibkan untuk mempelajari ilmu yang berkaitan dengan apa yang akan kita ucapkan dan akan kita lakukan. Seseorang yang melakukan puasa lalu tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa lapar dan haus, bisa jadi karena akidahnya yang tidak benar, niatnya tidak benar atau bahkan tata cara melakukan puasanya yang tidak benar.

Di antara yang harus dipelajari adalah ilmu tentang niat puasa ramadhan, tata cara puasa ramadhan, doa buka puasa ramadhan, shalat tarawih, lailatul qadar, i'tikaf, zakat fitrah, shalat idul fitri, dan sebagainya.

Allah memberikan perumpamaan dalam surat Al-Baqarah ayat 148 bahwa ibadah itu ibarat perlombaaan, maka berlomba-lombalah di dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, bulan ramadhan yang penuh dengan berbagai ibadah ini ibarat olimpiade ahli taqwa, olimpiade ahli ibadah, olimpiade ahli ilmu, ahli puasa sunnah, ahli sholat malam, ahli tahajud papan atas.

Maka marilah kita bersemangat menyambut ramadhan dengan bekal ilmu, keikhlasan dan kesungguhan agar ramadhan kali ini menjadi rahmat bagi kita semua.

Wallahu'alam Bishowab

Penulis:

Ahmad Rusdiana, Founder tresnabhakti.org, pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti, Pengampu mata kuliah manajemen pendidikan; Penulis buku: Risalah Ramadhan, Kepemimpinan Pendidikan; Kebijakan Pendidikan; Etika Komunikasi Organisasi; Manajemen Risiko, Kewirausahaan Teori dan Praktek; Manajemen Kewirausahaan Pendidikan dll. (tidak kurang dari 50 buku& 30 Jurnal). Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pendidik, Peneliti, dan Pengabdi; Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al Misbah Cipadung Bandung yang mengembangkan pendidikan Diniah, RA, MI, dan MTs, sejak tahun 1984, serta garapan khusus Bina Desa, melalui Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Tresna Bhakti, yang didirikannya sejak tahun 1994 dan sekaligus sebagai Pendiri Yayasan, kegiatannya pembinaan dan pengembangan asrama mahasiswa pada setiap tahunnya tidak kurang dari 70 mahasiswa di Asrama Tresna Bhakti Cibiru Bandung. Membina dan mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) TK TPA Paket A B C. Rumah Baca Tresna Bhakti sejak tahun 2007 di Desa Cinyasag Kecamatan  Panawangan Kab. Ciamis Jawa Barat. Korespondensi :(1) http://a.rusdiana.id (2) http://tresnabhakti.org/webprofil;  (3) http://digilib.uinsgd.ac.id/view/creators (4) https://www.google.com/search?q=buku+ a.rusdiana +shopee&source (5) https://play.google.com/store/books/author?id.

Tag:
Nalar Lainnya
...
Dadan Supardan

Semangat Revitalisasi di Mata Angkie

Nalar Lainnya
...
ENDANG KOMARA

INDEPENDENSI ASN

...
Asep S. Muhtadi

Komunikasi Pembelajaran di Masa Pandemi

...
Prof. Dr Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., S.H.,M.H.,M.Si.

EKSISTING DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI JAWA BARAT

...
...
...