RAMADHAN BULAN PENDIKAN DAN PELATIHAN (Bag. XIV): Mengambil Hikmah Pembelajaran dari Peringatan Nuzulul Quran, menuju magfirah Allah SWT

Penulis A. Rusdiana

Dibaca: 223 kali

A. Rusdiana

Oleh A. Rusdiana

 

 

Tanpa terasa kita sudah melewati pertengahan Ramadhan yang disebur para ulama 10 hari kedua; hari ini kita berpuasa ke 19,  begitu cepat waktu berlalu sehingga sebentar lagi kita akan ditinggalkan bulan yang penuh berkah ini. Dua hari ke belakang tepat di malam ke 17 umat Islam telah memperingati malam turunnya Al-Qur'an atau sering kita sebut malam Nuzulul Qur’an, atau malam turunnya Al-Quran. Kata nuzul secara harfiah berarti menurunkkan sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Sedangkan qu'ran merupakan Al-Quran, kitab suci umat Islam. Al-Quran merupakan satu di antara mukjizat terbesar yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. Al-Qur'an mencakup setiap aspek kehidupan yang perlu diketahui, dipahami, dan diamalkan setiap umat Islam. Memperingati Nuzulul Quran biasanya di berbagai daerah diadakan berbagai kegiatan seperti memberi santunan kepada anak yatim, membagikan Al-Qur'an ke masjid-masjid dan tausiyah oleh ustadz juga terkadang menjadi acara puncak peringatan Nuzulul Qur'an tersebut. (Baca:http://beritadisdik.com/news/kaji/ramadhan-bulan-pendikan-dan-pelatihan--bag--xiii----belajar-dari-malam-nuzulul-qur---an-menjadi-pribadi -pembelajar-menuju-magfirah-allah-swt).

Acara Seremonial Nuzulul Qur'an yang setiap malam 17 Ramadhan dilaksanakan kiranya tidak sekedar acara yang berlalu begitu saja. Namun dibalik itu, ada beberapa hal yang bisa kita jadikan pelajaran serta mengambil hikmah dari peringatan Nuzulul Qur'an., antara lain:

Pertama; Menjadikan Al-Qur'an Pedoman Hidup; Sebagai umat Islam Al-Qur'an sudah begitu lengkap untuk dijadikan pedoman hidup untuk mengatasi persoalan yang ada di dunia maupun di akhirat dengan ketentuan kita mempelajarinya dengan baik dan benar dan harus kepada orang yang ahli serta menguasai isi Al-Qur'an tersebut.

Dengan memperingati turunnya Al-Qur'an kita bisa lebih memahami secara esensi kenapa Al-Quran diturunkan bukan hanya sekadar di baca saja. Al-Qur'an diturunkan menjadi pedoman hidup ummat Islam sehingga ingin seperti apa manusia yang diharapkan ada tuntunannya di dalam Al-Quran. Ibarat sebuah kendaraan membutuhkan buku panduan untuk digunakan, begitu juga manusia membutuhkan Al-Quran sebagai panduan untuk menjalani kehidupan.

Kedua: Meningkatkan Minat Baca Al-Qur'an; Membaca Al-Qur'an di bulan ramadhan memberikan manfaat yang luar biasa menjadi amalan yang paling besar pahalanya. Sebaiknya membaca Al-Quran terus kita lakukan walaupun bulan ramadhan nanti sudah berlalu, ada baiknya kita menargetkan berapa kali kita hatam membaca Al-Qur'an dalam setahun apakah 1 kali saja atau 2 kali khatam atau lebih. Yang paling penting pemberantasan buta huruf baca Al-Qur'an harus menjadi prioritas dan semangat memperingati Nuzulul Qur'an. Terkadang kita sangat miris melihat masih ada orang yang tidak memahami bahkan tidak bisa membaca Al-Qur'an dimasa saat ini. Semoga kedepannya peringatan Nuzulul Quran memberikan motivasi untuk anak-anak kita mau belajar baca Al-Qur'an.

Jika ini terus menerus dilakukan ketenangan batin yang di timbulkan dari membaca kitab suci Al-Qur'an akan kita dapatkan. Maka dengan memperingati nuzulul Qur'an setiap malam 17 ramadhan kiranya memang menjadi momen kita memperbaiki diri termasuk didalamnya meningkatkan frekuensi kita dalam membaca kitab suci Al-Qur'an.

Ketiga: Mengambil Manfaat dari Baca Al-Qur'an; Kiranya kegiatan peringatan Nuzulul Qur'an bukan sekadar lewat begitu saja tapi memberikan pengetahuan yang baru bagaimana kita bisa mengambil manfaat dari baca Al-Qur'an. Orang-orang yang hebat dalam membaca Al-Qur'an akan selalu ditemani para Malaikat pencatat yang paling dimuliakan dan taat pada Allah SWT dan orang-orang yang terbata-bata membaca Al-Qur'an lalu bersusah payah mempelajarinya maka dia akan mendapatkan dua kali pahala. (HR. Bukhari).

Membaca Al-Qur'an dapat membuat wajah seseorang terlihat makin bercahaya dan penampilan penuh wibawa. Dalam kehidupan hal ini dapat membuat seseorang menjadi lebih disayangi, dihormati, dan dihargai banyak orang. Begitu banyak manfaat yang bisa kita ambil dari membaca Al-Qur'an semoga kita semakin semangat untuk membaca Al-Qur'an dan tentunya mendapatkan berbagai manfaat setelahnya. Jika ini terus kita lakukan maka Al-Qur'an akan menjadi pedoman yang memang dipahami oleh setiap umat Islam.

Dimasa yang akan datang kita berharap generasi bangsa Ini adalah generasi yang memahami Al-Quran dan menjadikannya pedoman dalam menjalankan kehidupan. Betapa indahnya dan berkahnya hidup setiap rumah jika terdengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an didalamnya yang menenangkan hati orang yang mendengarnya. Betapa tentram dan damainya negeri ini jika Al-Qur'an menjadi sebuah pedoman hidup dikarenakan setiap kitab suci apapun agama apapun pastinya mengajarkan kita tentang kebaikan.

Semoga momen Nuzulul Qur'an kali ini, bisa kita jadikan momentum hari perubahan dimana kita memiliki target untuk mengkhatamkan Al-Qur'an minimal 1 kali dalam setahun dan semakin baik jika lebih dari satu kali khatam. Akhirnya mari kita jadikan momentum peringatan Nuzulul Qur'an kali ini untuk terus membaca, memahami, serta mendalami isi Al-Qur'an sebagai pedoman bagi kita ummat Islam. Mudah-mudahan keberkahan dan magfirah Allah SWT, dapat segera tercapai.

Wallahu A'lam Bishowab

Penulis:

Ahmad Rusdiana, Founder tresnabhakti.org, pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti, Pengampu mata kuliah manajemen pendidikan; Penulis buku: Risalah Ramadhan, https://etheses. uinsgd.ac.id/ 29428/1/BKKPengaRisalahRamadhan-TnpaISBN.pdf. Kepemimpinan Pendidikan; Kebijakan Pendidikan; Etika Komunikasi Organisasi; Manajemen Risiko, Kewirausahaan Teori dan Praktek; Manajemen Kewirausahaan Pendidikan dll. (tidak kurang dari 60 buku, 18 Penelitian dan 40 Jurnal). Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pendidik, Peneliti, dan Pengabdi; Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al Misbah Cipadung Bandung yang mengembangkan pendidikan Diniah, RA, MI, dan MTs, sejak tahun 1984, serta garapan khusus Bina Desa, melalui Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Tresna Bhakti, yang didirikannya sejak tahun 1994 dan sekaligus sebagai Pendiri Yayasan, kegiatannya pembinaan dan pengembangan asrama mahasiswa pada setiap tahunnya tidak kurang dari 70 mahasiswa di Asrama Tresna Bhakti Cibiru Bandung. Membina dan mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) TK TPA Paket A B C. Rumah Baca Tresna Bhakti sejak tahun 2007 di Desa Cinyasag Kecamatan  Panawangan Kab. Ciamis Jawa Barat. Korespondensi: (1) http://a.rusdiana.id (2) http://tresnabhakti.org/webprofil;  (3) http://digilib.uinsgd.ac.id/ view/creators (4) https://www. google.com/search? q=buku +a.rusdiana+shopee&source (5) https://play. google.com/store/books/author?id. Curiculum Vitae lenkap dalam laman https://a.rusdiana.id/2022/11/16/profil-prof-dr-h-ahmad-rusdiana-drs-mm-27-september-2022.

 

Tag:
Nalar Lainnya
...
Dadan Supardan

Semangat Revitalisasi di Mata Angkie

Nalar Lainnya
...
ENDANG KOMARA

INDEPENDENSI ASN

...
Asep S. Muhtadi

Komunikasi Pembelajaran di Masa Pandemi

...
Prof. Dr Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., S.H.,M.H.,M.Si.

EKSISTING DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI JAWA BARAT

...
...
...