RAMADHAN BULAN PENDIKAN DAN PELATIHAN (Bag. XXIII): Puasa Ramadhan Momentum Melakukan Reorientasi Hidup. Menuju Keberhakan dan Ampunan Allah SWT

Penulis A. Rusdiana

Dibaca: 198 kali

A. Rusdiana

Oleh A. Rusdiana

 

RAMADAN sebagai bulan Al-Qur'an (Syahrul Qur'an) menjadi sangat penting untuk dijadikan sebagai momentum melakukan apa yang saya sebut reorientasi kehidupan. Telebih dipenghujung 10 hari terakhir di bulan suci Ramadan dinilai memiliki keistimewaan sendiri. Salah satu yang hadir dalam 10 hari terakhir bulan Ramadan ini adalah malam seribu bulan atau malam Lailatul Qadar. Meski istimewa, malam Lailatul Qadar ini tak dirayakan seperti hari besar Islam lainnya. Hal ini karena Allah SWT dengan sengaja menyembunyikan kapan sebenarnya Lailatul Qadar ini terjadi. Jika Anda berhasil menerima keberkahan malam Lailatul Qadar, keberkahan yang didapat di satu malam itu disamakan dengan keberkahan dan pahala 1000 bulan. Orang-orang terpilih yang menjalankan ibadah dengan khusyuk akan dibebaskan dari siksa neraka dan pahala yang berlimpah bagi umat yang beribadah. Hal ini merupakan hadiah yang sangat spesial yang diberikan Allah kepada hambanya. Itulah yang didambakan oleh manusia.

Manusia hadir di atas dunia ini dengan orientasi (tujuan) yang jelas. Dalam pandangan Islam, manusia diciptakan dan dihadirkan di dunia ini untuk sebuah tujuan mulia. Yaitu hadir untuk pengabdian kepada sang Pencipta langit dan bumi dan segala isinya. Pengabdian inilah yang dikenal dalam bahasa agama dengan ibadah. Allah menggariskan hal ini dalam firman-Nya: "Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah (kepada Aku)". (QS.Adz-Dzariyat (51:56).

Hanya saja dunia yang penuh dengan hiruk pikuk dan rutinitas yang tiada henti menjadikan banyak manusia mengalami disorientasi hidup. Di sinilah sejatinya Ramadan hadir menjadi momentum yang penuh keberkahan (keutamaan) dalam upaya manusia melakukan reorientasi hidup.

Dengan berpuasa, seseorang akan lebih mampu memerdekakan diri dari kungkungan atau distraksi dunia yang memang sangat keras. Ketika seseorang dikungkung atau terdistraksi oleh hiruk pikuk dunia dia akan kehilangan arah hidup. Pada galibnya akan mengalami disorientasi hidup. Dia akan menjalani hidupnya secara rutin dan cenderung membosankan. Sehingga pada akhirnya ada tiga kemungkinan:

Pertama, mengalami kebosanan atau kejenuhan hidup. Biasanya orang seperti ini akan mengalami goncangan batin, semakmur apapun kehidupan dunianya. Dia akan goyah, gersang, bahkan geram pada diri dan hidupnya bahkan berujung kepada keputus asaan. Salah satu penyakit yang paling merebak di dunia Barat saat ini adalah "mental health problem" (penyakit mental). Rumah-rumah sakit penuh dengan pasien yang berpenyakit mental.

Kedua, mencoba atau mencari hal-hal yang tidak normal (tidak alami) dalam upaya menemukan kepuasan hidup. Di dunia Barat salah satu penyebab banyaknya gaya hidup yang tidak alami, termasuk kecenderungan terhadap sesama jenis misalnya karena hal ini. Yaitu ketidakpuasan hidup yang menyebabkan orang mencari hal baru atau hal aneh yang kadang menjijikkan bahkan destruktif pada diri dan alam.

Ketiga: mengesampingkan sementara ikatan (kungkungan) dunia ini seseorang akan mendapatkan kebebasan yang menjadikannya akan lebih mampu menguasai diri dan pikirannya. Ketika kesenangan dunia tidak lagi mengungkung maka hawa nafsu dapat dikontrol dengan baik. Ketika hawa nafsu terkontrol manusia harusnya akan lebih bijak dan logis dalam menyikapi hiruk pikuk kehidupannya. Salah satu hal yang mendasar untuk disikapi oleh manusia adalah kesadaran tentang orientasi hidup. Bahwa keberadaannya di dunia bukan tanpa maksud dan tujuan ('abatsa). Tapi untuk sebuah misi besar dan tujuan mulia yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya. Inilah amanah yang semuanya melarikan diri darinya kecuali manusia (fahamalaha al-insanu).

Islam, memandang manusia diciptakan dan dihadirkan di dunia ini untuk sebuah tujuan mulia. Yaitu hadir untuk pengabdian kepada sang Pencipta langit dan bumi dan segala isinya. Pengabdian inilah yang dikenal dalam bahasa agama dengan ibadah.

Ramadan hendaknya membangun kembali kesadaran ini. Bahwa hidup dan wujud kita dalam dunia ini bertujuan untuk memenuhi amanah ubudiyah itu. Mengabdikan diri semata kepada Allah dalam segala bentuk dan manifestasinya. Semoga kesadaran tentang orientasi (tujuan) hidup ini menjadi bagian dari keberkahan (keutamaan) Ramadan kali ini. Sehingga selepas Ramadan nanti hidup kita lebih terarah, bernilai dan tentunya lebih barokah. Insya Allah!

Dipenghujung 10 hari terakhir ini seraya berdo'a: "Allahumma waqqir hazzii fihi min an-nawafila wa akrimnii fiihi bi ihdaari al-masaaila wa qarraba fiihi wasiilatii ilaika min baini al-wasaa’ili ya man laa yasyghulhu ilhaahu al-mulhiin" ...Ya Allah, penuhkanlah hidupku dengan amalan-amalan sunah, dan muliakanlah Aku dengan terkabulnya semua permintaan. Dekatkanlah perantaraanku kepada-Mu di antara semua perantara, wahai yang tidak tersibukkan oleh permintaan orang-orang yang meminta.

Wallahu A'lam Bishowab

Penulis:

Ahmad Rusdiana, Founder tresnabhakti.org, pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti, Pengampu mata kuliah manajemen pendidikan; Penulis buku: Risalah Ramadhan, https://etheses. uinsgd.ac.id/ 29428/1/BKKPengaRisalahRamadhan-TnpaISBN.pdf. Kepemimpinan Pendidikan; Kebijakan Pendidikan; Etika Komunikasi Organisasi; Manajemen Risiko, Kewirausahaan Teori dan Praktek; Manajemen Kewirausahaan Pendidikan dll. (tidak kurang dari 60 buku, 18 Penelitian dan 40 Jurnal). Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pendidik, Peneliti, dan Pengabdi; Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al Misbah Cipadung Bandung yang mengembangkan pendidikan Diniah, RA, MI, dan MTs, sejak tahun 1984, serta garapan khusus Bina Desa, melalui Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Tresna Bhakti, yang didirikannya sejak tahun 1994 dan sekaligus sebagai Pendiri Yayasan, kegiatannya pembinaan dan pengembangan asrama mahasiswa pada setiap tahunnya tidak kurang dari 70 mahasiswa di Asrama Tresna Bhakti Cibiru Bandung. Membina dan mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) TK TPA Paket A B C. Rumah Baca Tresna Bhakti sejak tahun 2007 di Desa Cinyasag Kecamatan  Panawangan Kab. Ciamis Jawa Barat. Korespondensi: (1) http://a.rusdiana.id (2) http://tresnabhakti.org/webprofil; (3) http://digilib.uinsgd.ac.id/view/creators (4) https://www. google.com/search? q=buku +a.rusdiana+shopee&source (5) https://play. google.com/store/books/author?id. Curiculum Vitae lenkap dalam laman https://a.rusdiana.id/2022/11/16/profil-prof-dr-h-ahmad-rusdiana-drs-mm-27-september-2022.

Tag:
Nalar Lainnya
...
Dadan Supardan

Semangat Revitalisasi di Mata Angkie

Nalar Lainnya
...
ENDANG KOMARA

INDEPENDENSI ASN

...
Asep S. Muhtadi

Komunikasi Pembelajaran di Masa Pandemi

...
Prof. Dr Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., S.H.,M.H.,M.Si.

EKSISTING DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI JAWA BARAT

...
...
...