RAMADHAN BULAN PENDIKAN DAN PELATIHAN (Bag.XI): Puasa Ramadhan sebagai Upaya Peningkatan Kecerdasan Emotional dan Spiritual Quotient Menuju Magfirah Allah SWT.

Penulis A. Rusdiana

Dibaca: 234 kali

A. Rusdiana

Oleh A. Rusdiana

 

IBADAH PUASA pada 10 hari kedua ini, adalah salah satu jalan untuk membangkitkan semangat membangun nilai-nilai kemanusiaan, mengupayakan dengan segala kemampuan yang ada, menggunakan seluruh harta benda untuk mengabdi kepada Allah SWT. Disamping itu, Puasa juga sebagai sarana untuk mendekakan diri kepada Allah SWT, membersihkan jiwa serta meningkatkan martabat manusia. guna menuju magfirah Allah SWT. Puasa ramadhan merupakan agenda rutinitas tahunan umat manusia, namun ibadah ini bukan berarti bersifat stagnan dan ketinggalan zaman, dari generasi ke generasi berikutnya dengan berbagai motif dan dorongan selalu ada inovasi kegiatan-kegiatan yang sekiranya menambah kemanfaatan bagi yang menjalaninya, sepanjang kegiatan itu tidak bertentangan hukum islam.

Konsep yang digunakan adalah (menjaga dan melestarikan konsep lama yang layak dan relevan dengan konteks sekarang serta mewujudkan konsep baru yang lebih baik dari sebelumnya). ESQ merupakan sebuah anonim/singkatan dari Emotional Spiritual Quotient yang merupakan gabungan EQ dan SQ, yaitu Penggabungan antara pengendalian kecerdasan emosi dan spiritual. Manfaat yang bisa didapat adalah tercapai nya keseimabangan antara hubungan horizontal (manusia dengan manusia) dan Vertikal (manusia dan Tuhan). Tujuan Emotional Spiritual Quotient (ESQ) dan pendidikan karakter, diperlukan sebagi upaya untuk membangun karakter dan pembinaan softskill. Begitu juga training/pelatihan puasa romadhan diharapkan dapat membangun karakter yang tangguh bagi umat muslim dan memberikan dorongan motivasi untuk meningkatkan minat belajar, lebih disiplin dalam menjalni kehidupan menuju keridaan dan Magfirah Allah SWT. Dalam kondisi sekarang, momentum sangat penting bagi kita umat muslim untuk membumikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari dari sisi pemberdayaan manusianya, diantaranya:

Pertama: Puasa adalah media untuk mencetak umat tidak hanya dari sisi peningkatan IQ (Intelegence Quotient) yang tinggi, tapi puasa sekaligus dapat menghantar manusia yang sempurna dengan peningkatan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) yang dapat membawa kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Dalam hal ini, Emotional, Spiritual Quotient (ESQ) yang memiliki porsi sebagai problem solving dari persoalan kemasyarakatan, yang terkadang problem-problem tersebut tidak bisa diselesaikan dengan cara lain kecuali berpuasa.

Kedua; Ibadah puasa yang merupakan rukun Islam dalam usaha membina dan membentuk pribadi-pribadi muslim yang bertakwa kepada Allah SWT (muttaqin), tidak melupakan peningkatan kecerdasan emosi dalam kehidupan kemasyarakatan, karena dalam kecerdasan ini seseorang mampu dalam mengendalikan setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu, keadaan mental atau emosional yang tinggi dengan didasarkan pada pikiran yang sehat.

Ketiga; Puasa Ramadan diwajibkan kepada kita selaku orang Islam, baik kaya atau miskin, tua dan muda, laki-laki dan perempuan. Betapa pun kekayaan dan kemampuan seseorang yang dimilikinya, namun pada bulan Ramadan ia harus berpuasa, tidak boleh diganti dengan uang, harta atau apa saja. Yang diperlukan adalah pengalaman menderita karena lapar, haus dan tidak terpenuhinya berbagai kebutuhan yang biasa didapatkan dalam kehidupannya di luar puasa.

Berpuasa dapat menggugah hati orang beriman terhadap penderitaan si miskin, yang dengan sendirinya orang yang merasa mampu membantu meringankan penderitaan si miskin, akan mengulurkan tangan untuk menolongnya, baik dengan zakat, infaq, shadaqah, sumbangan, dan sebagainya, sesuai dengan kemampuan dan kewajibannya masing-masing. 

Nilai-nilai terpenting dalam hidup manusia dan yang paling banyak menjadi sasaran ibadah puasa adalah nilai moral (karakter). Di dalam Islam, unsur moral memegang peran penting, hingga Nabi Muhammad SAW menjadikan perbaikan akhlak sebagai sasaran kerasulannya. Banyak sekali didapatkan dalam petunjuk-petunjuk Nabi, serta budi pekertinya sendiri mengenai dorongan, tuntunan, dan konsep tentang moral.

Perhatian Islam yang demikian besar pada sisi ini didasarkan pada posisinya dalam kehidupan individual dan komunal. Tak berlebihan bila dikatakan bahwa ketahanan suatu bangsa (umat) terletak pada ketahanan akhlaknya. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW:  “Kemuliaan seorang mu’min itu terletak pada kualitas agamanya, kepribadiannya terletak pada kecerdasan akalnya dan harga dirinya terlihat pada akhlaqnya.”

Suasana bulan suci Ramadan pada 10 hari kedua ini yang penuh magfirah dengan ibadah membuat seseorang semakin jauh dengan kemaksiatan dan membuat orang akan lebih berhati-hati terhadap kemungkaran, sebab ia merasa perbuatan dosa dan mungkar yang ia lakukan dapat menghapus pahala puasa. Seraya berdo'a: "Ya Allah, berilah aku rezeki berupa ketaatan orang-orang yang khusyuk. Dan lapangkanlah dadaku dengan taubatnya orang-orang yang menyesal dengan keamanan-Mu, wahai ke mana untuk orang-orang yang takut" Amin.

Wallahu 'Alam Bishowab.

Penulis:

Ahmad Rusdiana, Founder tresnabhakti.org, pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti, Pengampu mata kuliah manajemen pendidikan; Penulis buku: Risalah Ramadhan, https://etheses. uinsgd.ac.id/ 29428/1/BKKPengaRisalahRamadhan-TnpaISBN.pdf. Kepemimpinan Pendidikan; Kebijakan Pendidikan; Etika Komunikasi Organisasi; Manajemen Risiko, Kewirausahaan Teori dan Praktek; Manajemen Kewirausahaan Pendidikan dll. (tidak kurang dari 60 buku, 18 Penelitian dan 40 Jurnal). Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pendidik, Peneliti, dan Pengabdi; Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al Misbah Cipadung Bandung yang mengembangkan pendidikan Diniah, RA, MI, dan MTs, sejak tahun 1984, serta garapan khusus Bina Desa, melalui Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Tresna Bhakti, yang didirikannya sejak tahun 1994 dan sekaligus sebagai Pendiri Yayasan, kegiatannya pembinaan dan pengembangan asrama mahasiswa pada setiap tahunnya tidak kurang dari 70 mahasiswa di Asrama Tresna Bhakti Cibiru Bandung. Membina dan mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) TK TPA Paket A B C. Rumah Baca Tresna Bhakti sejak tahun 2007 di Desa Cinyasag Kecamatan  Panawangan Kab. Ciamis Jawa Barat. Korespondensi: (1) http://a.rusdiana.id (2) http://tresnabhakti.org/webprofil;  (3) http://digilib.uinsgd.ac.id/ view/creators (4) https://www. google.com/search? q=buku +a.rusdiana+shopee&source (5) https://play. google.com/store/books/author?id. Curiculum Vitae lenkap dalam laman https://a.rusdiana.id/2022/11/16/profil-prof-dr-h-ahmad-rusdiana-drs-mm-27-september-2022.

 

 

Tag:
Nalar Lainnya
...
Dadan Supardan

Semangat Revitalisasi di Mata Angkie

Nalar Lainnya
...
ENDANG KOMARA

INDEPENDENSI ASN

...
Asep S. Muhtadi

Komunikasi Pembelajaran di Masa Pandemi

...
Prof. Dr Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., S.H.,M.H.,M.Si.

EKSISTING DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI JAWA BARAT

...
...
...