TIDAK RAGU MENGAMBIL LANGKAH PERTAMA: Kompetensi Menuju Manajer Kewirausahaan Sukses*)

Penulis Ahmad Rusdiana

Dibaca: 240 kali

Ahmad Rusdiana

Oleh Ahmad Rusdiana 

 

Pengusaha sukses adalah mereka yang benar-benar berani menerapkan idenya, bukan hanya berencana. Walau mempertimbangkan risiko juga penting, setiap langkah dalam, membutuhkan keberanian untuk mewujudkan ide di dunia nyata" (Michael Omberg). Banyak pebisnis yang gagal karena memulai usaha tampa perencanaan dan ide bisnis yang matang. Sehingga usaha yang sedang dikembangkan akhirnya harus gulung tikar lebih cepat. Luruskan niat, hilangkan keragu-raguan luangkan waktu dan pikiran untuk menciptakan bisnis yang sesuai dengan keinginan menuju kesuksesan. Untuk mengatasi hal di atas, ada 7 langkah tepat yang dibutuhkan dalam meninij bisnis, diantaranya:

1. Lakukan Penelitian Sebelum Memulai Bisnis; Jika Anda telah memiliki ide bisnis, sekarang saatnya menyeimbangkan dengan sedikit kenyataan. Apakah ide tersebut berpotensi untuk sukses? Agar bisnis dapat berhasil, Anda harus mampu memecahkan masalah, memenuhi kebutuhan, atau menawarkan sesuatu yang diinginkan pasar. Ada beberapa cara untuk mengidentifikasi kebutuhan seperti melakukan penelitian hingga melakukan trial and error.

2. Buat Rencana; Langkah selanjutnya untuk memulai bisnis adalah Anda membutuhkan sebuah rencana untuk membuat ide bisnis menjadi kenyataan. Rencana bisnis adalah rancangan yang akan mengarahkan bisnis Anda dari tahap awal pendirian hingga pertumbuhan bisnis, dan ini merupakan keharusan bagi seluruh bisnis baru.

3. Rencanakan Keuangan Bisnis; Memulai bisnis kecil tidak harus membutuhkan banyak modal usaha, namun akan melibatkan beberapa investasi serta kemampuan awal untuk menutupi biaya sebelum menghasilkan keuntungan. Anda perlu merencanakan keuangan dengan menyusun spreadsheet yang memperkirakan biaya awal bisnis seperti lisensi, izin, peralatan, biaya legal, asuransi, branding, riset pasar, inventaris, merek dagang, pembukuan, dan lain sebagainya. Lebih penting lagi menyusun rencana keuangan untuk biaya produksi, sewa, utilitas, persediaan, gaji karyawan, dan lain-lain yang diperlukan dalam menjalankan bisnis.

4. Pilih Struktur Bisnis; Bisnis Anda bisa menjadi perusahaan perseorangan, kemitraan, perseroan terbatas, atau korporasi. Badan usaha yang Anda pilih akan memengaruhi banyak faktor. Anda dapat memilih struktur bisnis awal dan kemudian mengevaluasi kembali serta mengubah struktur seiring pertumbuhan dan kebutuhan bisnis.

5. Pilih dan Daftarkan Nama Bisnis; Nama bisnis berperan dalam hampir semua aspek bisnis. Pastikan Anda memikirkan semua implikasi potensial saat mengeksplorasi pilihan dan memilih nama bisnis. Setelah memilih nama untuk bisnis, Anda perlu mendaftarkan nama bisnis yang dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan struktur bisnis yang dipilih.

6. Dapatkan Lisensi dan Izin; Dokumen adalah bagian dari proses awal saat ingin memulai bisnis sendiri. Ada berbagai lisensi dan izin bisnis yang mungkin berlaku untuk situasi tertentu, tergantung pada jenis bisnis dan tempat bisnis tersebut berada.

7. Pilih Sistem Akuntansi; Sebuah bisnis dapat berjalan efektif sesuai dengan sistem yang digunakan. Salah satu sistem yang paling penting untuk bisnis adalah sistem akuntansi. Sistem akuntansi diperlukan untuk membuat dan mengelola anggaran, menetapkan harga, melakukan bisnis dengan pihak lain, dan mengajukan pajak. Anda dapat mengatur sistem akuntansi sendiri atau menyewa akuntan untuk menjalankan sistem tersebut.

8. Melakukan Riset Produk dan Bisnis; Langkah selanjutnya dalam memulai bisnis adalah pastikan produk atau bisnis yang akan Anda kembangkan mendapat tempat di pasaran. Untuk itu Ada harus melakukan riset produk yang akan dijual terlebih dahulu. Anda dapat mencari informasinya melalui media internet. Anda juga bisa memadukan beberapa produk atau bisnis yang sudah ada serta mengembangkannya kembali menjadi sebuah bisnis baru yang lebih inovatif. Selain dari internet, Anda juga bisa mencoba metode lain dengan melakukan kuisioner langsung ke pasar. Atau bahkan melakukan perbandingan antara produk Anda dan produk kompetitor.

9. Belajar Dari kesuksesan Bisnis Orang Lain; Bisnis yang sudah sukses dan mapan pasti memiliki sejumlah keunggulan yang ditawarkan. Dengan mengetahui keunggulannya, anda bisa membangun bisnis baru yang serupa namun dengan beberapa nilai lebih dengan bisnis aslinya. Mempelajari trik dari bisnis orang lain yang sudah sukses akan memudahkan Anda untuk mengambil langkah bisnis Anda. Selain itu, belajar dari kegagalan bisnis orang lain juga bisa dilakukan agar terhindar dari masalah.

10. Memunculkan Ide Kreatif; Dalam proses menemukan ide bisnis yang kreatif, kita disarankan untuk berpikir di luar kotak (out of the box thinking). Jadi Anda harus memikirkan sebuah ide baru yang belum terpikirkan oleh orang lain. Contoh dari hal ini kadang bisa muncul dari hal sepele seperti keseharian kita atau bahkan hal yang sering terjadi di dalam hidup kita sehari-hari.

11. Belajar dari permasalahan bisnis orang lain; Menemukan ide bisnis juga bisa dilakukan dengan mempelajari dan menganalisa masalah yang didapat oleh orang lain terkait dengan produk atau bisnis yang sudah berjalan. Hal ini merupakan langkah dalam memulai bisnis yang tidak boleh terlupakan.

Kontruksi ragu dalam perspektif Islam adalah dampak negatif tidak mendapatkan kepastian, kategori orang yang merugi, malas berfikir, kurang totalitas dalam melakukan perintah Allah, diliputi dugaan dan prasangka yang salah, terhalang menuju jalan kebenaran, mendorong seseorang untuk berbuat fitnah, buta mata hatinya, mendapatkan penyesalan dan adzab yang pedih, dan melakukan perbuatan tercela dan tidak akan mendapat petunjuk dari Allah SWT. Kata ragu mempunyai konotasi yang negatif, orang yang ragu selalu disandingkan dengan orang yang kafir. Dijelaskan dalam (QS. al-Naml [27]:66). Menilik bisnis kreatif ternyata tidak sulit, bermodal keyakinan, niat yang tulus dan mau belajar.

Wallahu A'lam Bishowab.

___________________

*) Tulisan ini merupakan Pengembangan ke-1 dari "Ingin Jadi Manajer Kewirausahaan  Sukses?" yang sempat terpotong oleh "Tenacity: Karakteristik Motivasi Wirausaha yang Terlupakan".

Penulis:

Ahmad Rusdiana, Pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti, Pengampu mata kuliah manajemen Kewirausahaan pendidikan; Penulis buku: Kewirausahaan Teori dan Praktek; Manajemen. Manajemen Kewirausahaan Pendidikan; Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pendidik, Peneliti, dan Pengabdi; Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al Misbah Cipadung Bandung yang mengembangkan pendidikan Diniah, RA, MI, dan MTs, sejak tahun 1984, serta garapan khusus Bina Desa, melalui Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Tresna Bhakti, yang didirikannya sejak tahun 1994 dan sekaligus sebagai Pendiri Yayasan, kegiatannya pembinaan dan pengembangan asrama mahasiswa pada setiap tahunnya tidak kurang dari 70 mahasiswa di Asrama Tresna Bhakti Cibiru Bandung. Membina dan mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) TK TPA Paket A B C. Pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti sejak tahun 2007 di Desa Cinyasag Kecamatan. Panawangan Kabupaten. Ciamis Jawa Barat. Karya Lengkap sd. Tahun 2022 dapat di akses melalui: (1) http://digilib.uinsgd.ac.id/view/creators. (2) https://www.google.com/search? q=buku+a.rusdiana+shopee&source (3) https://play. google.com/store/books/author?id.

 

Tag:
Nalar Lainnya
...
Dadan Supardan

Semangat Revitalisasi di Mata Angkie

Nalar Lainnya
...
ENDANG KOMARA

INDEPENDENSI ASN

...
Asep S. Muhtadi

Komunikasi Pembelajaran di Masa Pandemi

...
Prof. Dr Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., S.H.,M.H.,M.Si.

EKSISTING DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI JAWA BARAT

...
...
...