Penulis: Sandi LJ

Acara Expose Projek Profil Pelajar Pancasila SDN 094 Parakan Waas Kota Bandung
BANDUNG, beritadisdik.com
– Di
sekolah penggerak, guru-guru melakukan pembelajaran melalui beragam aktivitas
yang menyenangkan dan memuat kompetensi-kompetensi bernalar kritis, kolaborasi
dan kreatif. Pembelajaran yang berlangsung tidak hanya satu arah.
Tentunya sebagai sekolah penggerak, SDN 094 Parakan Waas Kota Bandung memiliki ciri-ciri di atas dengan ditunjukkan beragam karya. Salah satunya, menyelenggarakan Expose Projek Profil Pelajar Pancasila, Rabu (23/12/2021).
Stand-stand olahan singkong
Acara ini dihadiri
oleh perwakilan Kecamatan, Kelurahan, RT, RW, Komite Sekolah, Pengawas Bina dan
Pelatih Ahli.
Menurut Kepala
Sekolah SDN 094 Parakan Waas Kota Bandung, Dra. Mulus Wahya Dyatmika, M.Pd., acara
expose ini temanya mengenal makanan tradisional berbasis singkong. “Anak-anak
tahu mulai cara membuatnya sampai memasarkannya,” kata Mulus Wahya.
Adapaun makanan yang dibuat dari singkong, lanjut Mulus Wahya salah satunya getuk. “Getuk ini dibuat dengan berbagai bentuk, di antaranya bentuk pesawat, bulan sabit, bintang, hati, dan lainnya,” kata Mulus Wahya.
Kepala Sekolah SDN 094 Parakan Waas Kota Bandung, Dra. Mulus Wahya Dyatmika, M.Pd.
Selain getuk,
olahan singkong dibuat menjadi combro, misro, singke (singkong keju), ketimus. “Di
sini anak-anak memasarkan olahan singkong kepada siswa, guru, dan orangtua.
Setiap kelas dikasih satu stand untuk menjual olahan singkong. Acara expose ini
berjalan lancar dengan mematuhi prokes,” jelas Mulus Wahya.
Selain itu banyak
program kerja sekolah lainnya yang mendukung kegiatan merdeka belajar. Di antaranya,
minggu kemarin mengadakan lomba senam antar kelas. “Hal ini untuk melatih
kreativitas, kemandirian, tanggung jawab, sehat jasmani dan rohani siswa,”
katanya.
Terakhir, kata
Mulus Wahya, sekolah penggerak SDN 094 Parakan Waas ini lebih dikenal dengan
pendidikan karakternya. Masyarakat lebih tahu, bahwa pergerakan sekolah ini
lebih maju. Karena selama ini, tidak banyak dikenal.
“Alhamdulillah dengan
sekolah penggerak ini, prestasi meningkat, semakin dikenal di masyarakat, dan yang
paling penting mendapat kepercayaan bahwa sekolah ini adalah sekolah
berkarakter,” tandas Mulus Wahya.
Sementara itu,
pelatih ahli sekolah penggerak Dr. Asep Wawan Jatnika, mengatakan, sekolah ini
sangat-sangat lain daripada yang lain.
“Ini sekolah
mungil tapi punya karakter. Ibu Kepala Sekolah sangat kreatif dan inspiratif
mengangkat yang sederhana yaitu singkong. Tapi yang sederhana itu sangat
berkualitas,” kata Asep.
Mengangkat singkong,
lanjut Asep, bisa membuat segala macam. Dan yang paling penting produknya
sangat membanggakan dan membahagiakan, baik siswa maupun orangtua. “Tradisional,
tapi kelasnya, kelas internasional. Di sini terlihat, bagaimana anak-anak
mengolah singkong sekreatif mungkin dengan berbagai macam bentuk, sehingga
mempunyai daya tawar dan daya jual,” kata Asep.
Terakhir, kata Asep,
kita terus bergerak. Ada 3 hal yang harus dikembangkan, yaitu atmosfer
akademik, profil pelajar pancasila, dan yang terpenting emosi dan semangat
anak-anak.